Permintaan akan produk peternakan di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Karenanya harus ada upaya khusus meningkatkan produksi dari populasi ternak sapi potong, khususnya peternakan rakyat. Untuk mendukung ketersediaan stok sapi maka diluncurkan program yang disebut SIKOMANDAN. Program Sikomandan (Sapi Kerbau komoditas andalan negeri) diharapkan dapat menghasilakn kelahiran sapi baru. Sekarang merupakan momentum yang tepat untuk terus mendorong pembangunan peternakan nasional agar lebih efektif dan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat. Upaya mengenjot dan meningkatkan populasi lokal dengan Program Inseminasi Buatan yang merupakan suatu metode pemasukan sperma pejantan kedalam saluran reproduksi ternak betina dengan menggunakan alat yang disebut gun inseminasi. Oleh karena itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kepulauan Selayar Bidang Peternakan melaksanakan sosialisasi SIKOMANDAN. Sosialisasi SIKOMANDAN tersebut dilaksanakan selama satu hari, dilaksanakan pada hari kamis tanggal 27 Februari 2020, bertempat di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bontomanai. Peserta Sosialisasi adalah seluruh penyuluh pertanian se Kecamatan Bontomanai dengan pemataeri dari Bidang peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Selayar (bapak Syamsir, S.Pt). Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bagaimana cara mendata Apseptor dan faktor-faktor penentu kegiatan Inseminasi Buatan (IB), siklus birahi dan tanda-tanda sapi birahi serta beberapa keuntungan dari program Inseminasi Buatan. Penulis : Suriani, A.Md Penyuluh Pertanian Pelaksana Lanjutan Wibi : Desa Jambuiya Kecamatan Bontomanai