Loading...

Sosialisasi Rabies, Distan Agam Sasar Anak SD

Sosialisasi Rabies, Distan Agam Sasar Anak SD
Kab. Agam - Untuk mengantisipasi sedini mungkin bahaya penyakit rabies agar lebih efektif dan efisien, perlu terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pentingnya sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya penyakit rabies, tak terkecuali pada anak-anak sekolah sebagai penerus bangsa. "Kita targetkan melakukan sosialisasi bahaya penyakit rabies terhadap 52 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di Kabupaten Agam", ungkap Pelaksana Harian Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Arief Restu, M. Si, Rabu, (25/7). Keterlibatan anak-anak dalam sosialisasi edukasi zoonosis dalam hal ini bahaya penyakit rabies, kata Arief diharapkan bisa semakin memperluas informasi bahaya rabies serta cara penanggulangannya. Alasannya, selain karena anak-anak mudah berkomunikasi dan menyampaikannya pada rekannya, resiko serangan gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) banyak menyasar pada anak-anak. "Anak-anak ini paling beresiko terkena gigitan HPR seperti anjing," jelas Arief. Rabies merupakan penyakit menular hewan yang dapat ditularkan kepada manusia dengan dampak yang sangat serius, bahkan bisa berujung kepada kematian bila tak ditangani dengan benar. Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa Pemkab Agam sudah berupaya menekan kasus rabies dengan mengoptimalkan vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kera dan sebagainya dengan menurunkan petugas ke lapangan. "Masyarakat hanya diminta membawa hewan peliharaannya untuk berkumpul disuatu titik untuk dilakukan vaksinasi oleh petugas", ujarnya. Berdasarkan data, sepanjang tahun 2017 terjadi 143 kasus gigitan dari hewan pembawa rabies (HPR) dan positif rabies sebanyak 6 kasus. Sementara itu, sampai Juni 2018, telah terjadi serangan HPR sebanyak 94 kasus gigitan HPR. Arief berharap melalui sosialisasi ini, anak-anak dapat lebih aktif memberikan informasi rabies serta penanganan luka akibat gigitan hewan penular rabies (HPR) dengan dibantu orang terdekat seperti orang tua, guru, dan petugas. (Ariv Saratan).