Saat ini, sistem pola tanam yang diterapkan ditingkat lapangan masih berdasarkan kebiasaan yang dilakukan turun temurun. Hal ini berdampak kepada tingkat produktivitas tanaman padi, dimana pada tahun 2015 hanya mencapai 4,43 ton per hektar untuk padi sawah dan 3,60 ton per hektar untuk padi lading. Produktivitas ini relative lebih rendah jika dibandingksn capaian produktivitas untuk komoditas tersebut di daerah lain. Rendahnya tingkat produktivitas tersebut dintaranya dipicu oleh penerapan sistem pola tanam yang tidak tepat yang diduga karena keterbatasan pengetahuan petani pada sistem pola tanam yang sesuai komoditas dan kondisi spesifik lokasi.Untuk menjawab permasalahan tersebut maka Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kota Baubau mengadakan kegiatan Sosialisasi Sistem Pola Tanam yang diadakan pada tanggal 21-22 Maret 2016 yang bertempat di Aula Hotel Adiguna Kota Baubau, yang diikutu Oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa dan perwakilan Kelompok Tani komoditi Padi Sawah dan Padi Ladang.Dalam Sambutannya Bapak Walikota Baubau AS. Thamrin: mengharapkand engan adanya Sosialisasi Sistem Pola Tanam ini dapat menambah pengetahuan petani dan aparat pendamping tentang penerapan sistem pola tanam yang tepat sehingga dapat diaplikasikan dalam berusaha tani, selain itu walikota Baubau mengharapkan agar sosialisasi ini diikuti dengan pembinaan yang intens dan evaluasi dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Baubau, sehingga dapat terjadi pula perubahan sikap petani dalam mengelola usahataninya secara lebih maju dengan mengedepankan prinsip kelestarian.Kegiatan sosialisasi ini berlangsung selama dua hari dimana satu hari dilaksanakan di dalam ruangan berupa penyampaian materi dan sehari dilaksanakan dilapangan untuk praktek lapangan penggunaan mesin Rice Transplanter dan pola tanam sri. Adapun yang menjadi pemateri diantaranya Peneliti BPTP Sulawesi Tenggara, Kepala BBU Wonco dan Penyuluh Pertanian Lapangan. Penulis: Asdin, S.TP