SOSIALISASI SUBSIDI BENIH DAN PUPUK DI KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG
Salah satu prioritas penting pembangunan pertanian hingga saat ini adalah pencapaian swasembada pangan berkelanjutan. Prioritas ini bersifat strategis dan membutuhkan kerja keras seluruh aparat pemerintah mulai dari perangkat pemerintahan di pusat hingga perangkat pemerintahan terbawah sekalipun harus dapat bekerjasama dengan masyarakat petani dan stakeholder terkait lainnya. Untuk mencapai tujuan pembangunan di atas dirasa masih diperlukan adanya dukungan strategi pembangunan pertanian yang bersifat perlindungan kepada petani dan pelaku usaha antar lain berupa kebijakan pemberian insentif pajak, akses permodalan dan informasi bagi pelaku agribisnis yang akan melakukan investasi pada sektor pengolahan dan pemasaran di hilir. Di harapkan melalui kebijakan tersebut terjadi peningkatan nilai tambah (added value) komoditas pertanian. Jika kebijakan ini dapat diwujudkan dengan benar, maka akan terjadi aktivitas yang dapat menggairahkan ekonomi pedesaan, tanpa harus petani pedesaan bekerja keras keluar pedesaan menuju perkotaan yang terkadang didominasi tenaga tidak terampil dan berpendidikan rendah. Namun disisi lain petani sebagai pelaku utama yang rata-rata memiliki lahan skala kecil, harus juga mampu menerima manfaat ekonomis yang besar agar lebih bergairah dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensinya. Sehubungan dengan hal itu diperlukan juga strategi perlindungan atau keberpihakan dari pemerintah kepada petani yang tidak dapat ditawar lagi. Oleh karena itu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung melaksanakan Sosialisasi Subsidi Benih Padi, Kedelai dan Subsidi Ganda Pupuk NPK Phonska serta Pupuk Organik bertempat di ruang pertemuan BPP Mengwi pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020, yang diikuti oleh para Penyuluh Pertanian Lapangan dan Pekaseh/Ketua Persubakan se Kecamatan Mengwi. Kegiatan sosialisasi juga dihadiri oleh Kepala UPT Pertanian dan Pangan Kecamatan Mengwi dan Kepala BPP Mengwi. Sementara itu Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung diwakilkan oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Kepala Seksi yang membidangi pupuk dan pestisida dan staf bidang PSP lainnya. Pada kesempatan sosialisasi tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung pada Tahun 2020 memprogramkan subsidi benih padi sebesar Rp. 8.000,- per kilogram, benih kedelai sebesar Rp. 12.000,- per kilogram, pupuk NPK Phonska melalui program subsidi ganda sebesar Rp. 1.300,- per kilogram dan subsidi pupuk organik sebesar Rp. 800,- per kilogramnya. Subsidi juga diberikan pada kegiatan AUTP dan AUTS sebesar dana yang harus dibayarkan oleh petani melalui APBD Kabupaten Badung. Diharapkan melalui program/kegiatan subsidi di atas petani bergairah dalam berusahatani sehingga pencapaian luas tanam padi yang ditargetkan seluas 9.764 hektar dan kedelai yang ditargetkan seluas 496,64 hektar serta peningkatan produktivitas padi menjadi 6,464 ton/hektar dan produktivitas kedelai menjadi 1,185 ton/hektar pada Tahun 2020 dapat tercapai. Semoga tujuan pembangunan pertanian di Kabupaten Badung dalam rangka mendukung program swasembada pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional dapat terrealisasi dengan baik (Penulis : Jarek Putradi, Penyuluh Pertanian Badung).