Ketersediaan tenaga penyuluhan dalam pengwalan dan pendampingan kegiatan Upsus Pajale di Tingkat Desa tidak hanya dilakukan oleh para penyuluh (PNS dan THL) dan Babinsa, melainkan peran serta dari petani dan penyuluh swadaya. Penyuluh merupakan salah satu penggerak bagi para petani sebagai pelaku utama karena dapat berperan sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator. Sosialisasi kegiatan Upsus Pajale di Desa Surakarta Kelompok Harumsari dilaksanakan jumat, 12 juli 2019 dengan lokasi pertemuan di sekretariat kelompok Harumsari. Kegiatan ini dengan menerapkan strategi kegiatan Upsus dari pemerintah yang akan dilaksnakan di kelompok Harumsari. Kegiatan yang akan dilakukan penyuluh THL, petani dan penyuluh swadaya dalam menyukseskan kegiatan Upsus Pajale ini adalah sebagai berikut : 1) Memanfaatkan dukungan pemerintah sebaik mungkin dalam meningkatkan produksi padi; 2) Lebih mengoptimalkan lagi pemanfaatn tenaga pendamping dan pengawasan dalam mengawal jalannya program Upsus Pajale; 3) Memfungsikan dan melibatkan semua stakeholder pertanian; 4) Melakukan penyesuaian waktu yang tepat antara pelaksanaan program bantuan benih dan saprodi gratis, memperbaiki jaringan irigasi dan optimalisasi lahan dengan waktu penanaman padi di lapangan sehingga meningkatkan produktivitas padi dapat di capai. 5) Memanfaatkan potensi sebaik mungkin untuk penanaman dan pengembangan padi, petani dan kelompoktani yang mengerti cara menanam padi yang baik serta memiliki keinginan menanam padi tinggi untuk meningkatkan produksi padi; dan 6) Menjadikan peluang usaha pasar padi yang terbuka lebar sebagai dorongan untuk meningkatkan produksi padi melalui program Upsus Pajale Selain itu kesuksesan juga tidak lepas dari upaya untuk perluasan areal, alsintan (traktor, pompa Air, RMU), bantuan pupuk, ketersediaan benih unggul (varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga) dan perbaikan jaringan irigasi.