Loading...

Sosialisasikan Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2023

Sosialisasikan Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2023
[JAKARTA] Ketahanan pangan nasional menjadi kunci utama dalam menghadapi masa krisis selanjutnya setelah wabah pandemi corona berakhir. Seluruh negara di dunia di masa pemulihan nanti akan mulai menyusun kekuatan pangannya masing-masing. Salah satunya dengan meningkatkan produksi pertanian. Kementan di tengah tantangan pangan yang bersifat multidimensi terus berupaya menjaga ketersediaan, akses dan konsumsi pangan, hingga nilai tambah dan daya saing industri sektor pertanian. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan komitmennya untuk berupaya maksimal mengantisipasi ancaman krisis pangan. Hal ini menyusul isu resesi global yang diprediksi akan melanda banyak negara di tahun mendatang. Kami wujudkan ketahanan pangan berkelanjutan, melalui pendekatan Lima Cara Bertindak, Pertama Peningkatan Kapasitas Produksi, Kedua Diversifikasi Pangan Lokal, Ketiga Penguatan Cadangan dan Sistem Logistik Pangan, Keempat Pengembangan Pertanian Modern, dan Kelima Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks)” ujar Mentan SYL. Lebih Lanjut menurut SYL, penguatan komoditas lokal untuk kemandirian pangan sangat penting dilakukan. Hal ini guna meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia. Senada dengan hal itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa support BPPSDMP terhadap ketahanan kita melalui sumberdaya manusianya, yaitu SDM pertanian. Siapa lagi ya praktisi pertanian, dan penyuluh pertanian. Itu kita genjot agar mereka terus berproduksi, jadi penyuluh harus tetap turun ke lapang, ke sawah, ladang untuk mendampingi petani untuk genjot produksi, karena produksi tidak boleh delay, tidak boleh tertahan apalagi terlambat”.ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi mengatakan fokus penyuluhan pertanian adalah memperkuat Kostratani tingkat kecamatan, yang merupakan unsur utama dalam mendorong produktivitas pertanian. Peningkatan produktivitas harus dilakukan dengan SDM yang andal di bidangnya. Agen yang paling besar dalam peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusianya. Berbicara peningkatan produktivitas berarti peningkatan SDM-nya,” jelas Dedi Nursyamsi. Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 07 diadakan pada Jumat (17/02/2023) di AOR BPPSDMP dengan tema Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Tahun 2023. Pada arahannya Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan bahwa kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat. Strategi pembangunan pertanian mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi diantaranya peningkatan Kapasitas Produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern, gerakan tiga kali ekspor atau gratieks”. jelas Suwandi. Narasumber MSPP, Yudi Sastro yang merupakan Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengatakan pada paparan materinya bahwa program Ditjen Tanaman Pangan yaitu program ketersediaan akses dan komsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah dan daya saing serta dukungan manajemen. Untuk pengelolaan bantuan pemerintah Ditjen Tanaman Pangan tahun 2023 yaitu Pola penentuan seleksi CPCL kegiatan yang dibangun Kementerian Pertanian harus melalui mekanisme aplikasi proposal elektronik”. ujar Yudi Sastro. Lebih lanjut Yudi Sastro mengatakan untuk proses seleksi CPCL dapat dilaksanakan sebelum tahun anggaran atau pada tahun anggaran berjalan. Sedangkan untuk usulan CPCL dilengkapi dengan titik koordinat, dan poligon khususnya yang memiliki output luas. Kelengkapan Poligon dapat dilakukan secara bertahap sebelum/sesudah penyaluran bantuan”. imbuh Yudi Sastro.hvy