Sayuran merupakan komoditi yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat, untuk dikonsumsi. Kebutuhan sayuran meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas, agar kebutuhan sayuran terpenuhi salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan pekarangan. Budidaya sayuran pekarangan adalah bertanam sayur-sayuran di lahan sekitar rumah penduduk baik secara langsung maupun menggunakan media tanam sehingga lingkungan rumah menjadi terpelihara, indah dan lebih produktif. Budidaya sayuran di pekarangan tidak hanya dapat mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga namun juga mengurangi uang belanja bahkan dapat menambah pendapatan keluarga jika hasilnya dipasarkan. Saat ini bertanam sayuran di pekarangan disukai oleh kalangan ibu rumah tangga di perkotaan dengan luas pekarangan yang sangat terbatas. Kondisi ini dapat disiasati dengan bercocock tanam secara vertikultur, yang bila ditangani dengan intensif hasilnya tak kalah dengan hasil di kebun-kebun. Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Kelebihan dari sistem pertanian vertikultur adalah : 1) efisiensi penggunaan lahan karena yang ditanam jumlahnya lebih banyak dibandingkan sistem konvensional (2) penghematan pemakaian pupuk dan pestisida, (3) kemungkinan tumbuhnya rumput dan gulma lebih kecil, (4) dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu, (5) mempermudah monitoring/pemeliharaan tanaman. Jenis tanaman yang dapat ditanam secara vertikultur ini sangat banyak, biasanya dari komoditas sayuran, tanaman hias ataupun komoditas tanaman obat. Dari komoditas sayuran antara lain : sawi, kucai, pakcoi, kangkung, bayam, kemangi, caisim, seledri, selada bokor dan bawang daun. Hal-hal yang harus disiapkan untuk budidaya tanaman sayuran secara vertikultur adalah: Media Tanam : a. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata. Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman. b. Masukan media tanam ke dalam tempat yang telah disiapkan. Media tanam di dalam pot/paralon/bambu usahakan agar tidak terlalu padat supaya air mudah mengalir, juga supaya akar tanaman tidak kesulitan “bernafas”, dan tidak terlalu renggang agar ada keleluasaan dalam mempertahankan air dan menjaga kelembaban. Persemaian dan Penanaman : a. Untuk tanaman kangkung dan bayam benih bisa langsung ditanam dalam media tanam. Untuk tanaman cabai, terong, paprika, sawi benih harus disemaikan terlebih dahulu. Benih sayuran yang akan disemai taruh pada wadah dan ditempatkan pada daerah yang teduh. Setelah berumur kira-kira 3 sampai 4 minggu benih yang sudah tumbuh dan bertunas dengan ketinggian kira-kira 10 cm kita pindahkan ke pot/paralon/bambu b. Pindakan bibit ke media tanam tersebut dengan hati-hati, usahakan tanah masih menempel pada akar tanaman. Lakukan penanaman pada sore hari atau pada pagi hari dengan membenamkan tanaman sampai batas leher akar. Pemeliharaan : Penyiraman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari Lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati Bila tanaman kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang Pengendalian hama penyakit sebaiknya dilakukan secara konvensional/mekanik dengan cara mencabut atau menggunting tanaman yang terserang hama penyakit. Panen Pemanenan sayuran biasanya dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi, bayam, seledri, kemangi, selada, kangkung dan sebagainya). Apabila kita punya tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila panen dilakukan dengan mengambil daunnya saja. Dengan cara tersebut tanaman sayuran bisabertahan lebih lama dan bisa panen berulang-ulang Untuk meningkatkan produksi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan , maka sebaiknya budidaya sayuran sistem vertikultur menggunakan pupuk organik. Kelebihan pupuk organik dibandingkan pupuk kimia adalah manfaatnya yang komplek. Pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Sementara pupuk kimia hanya memperbaiki kimia tanah saja. Selain itu, pupuk organik juga mengadung banyak unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, sedangkan pupuk kimia hanya spesifik. Saat ini telah dikembangkan pupuk organik yang berasal dari berbagai limbah rumah tangga. Sebagai contoh tulang ikan mengandung fosfat yang tinggi, sementara sisa-sisa bagian ikan selain tulang juga mengandung nitrogen. Sedangkan nasi banyak mengandung karbohidrat dan digunakan sebagai sumber makanan dari mikrob yang berkembang didalamnya. Apabila setelah diberikan dekomposer, maka mikrob-mikrob yang terdapat di dalam pupuk organik berperan meningkatkan dan menghasilkan senyawa-senyawa yang dapat merangsang perkembangan dari akar, yaitu hormon perangsang akar. Hormon perangsang akar sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Akar lebih banyak dan lebih aktif bekerja. Sehingga penyerapan unsur hara lebih efektif. Kombinasi pupuk organik yang berasal limbah rumah tangga dengan budidaya sayuran sistem vertikultur sangat banyak manfaatnya antara mengurangi limbah dari rumah tangga dan sarana rekreasi karena sayuran yang tumbuh akan mempercantik halaman rumah dan mengurangi stress. Penulis : Ely Novriaty (BPSIP Lampung) Sumber : Berbagai sumber