STANDAR OPERASIONAL PROSEDURPENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI
1. StatusPenggerek batang padi menyerang semua stadium pertumbuhan tanamanpadi.Serangan pada stadium vegetatifmenyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang disebut sundep (deadhearts). Bila serangan sundep 2. Biologi dan EkologiDi Indonesia telah di temukan 6 spesies penggerek batang padi. Dari enam spesies tersebut hanya empat spesies yang banyak ditemukan sebagai hama utama padi yaitu penggerek batang padi kuning Scirpophaga incertulas (Walker), penggerek batang padi putih Scirpophaga innotata (Walker), penggerek batang padi bergaris Chilo suppressalis (Walker), dan penggerek batang padi merah jambu Sesamia inferens (Walker). Penggerek batang padi kepala hitam dan penggerek batang padi berkilat jarang ditemukan karena populasinya rendah. Biologi penggerek batang padi, Stadia S. incertulas: (A)-ngengat atau imago; (B)-kelompok telur; (C)-larva; (D)-pupa.Stadia perkembangan S. Innotata, meliputi Stadia S.innotata: (A)-ngengat atau imago; (B)-kelompok telur; (C)-larva; (D)-pupa.Stadia perkembangan C. Suppressalis; Stadia C. suppressalis: (A)-ngengat atau imago; (B)-kelompok telur; (C)-larva; (D)-pupa. Stadia perkembangan S. Inferens; Stadia S. inferens: (A)-ngengat atau imago; (B)-kelompok telur; (C)-larva; (D)-pupa.3. Pengendalian; 3.1 Pada Daerah Serangan Endemik; 1. Pengaturan Pola Tanam; a. Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi. b.Rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama. c.Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi. Tanam jangan bertepatan dengan puncak penerbangan ngengat. Tanam bisa dilakukan pada 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya apabila generasi penggerek batang padi di lapangan overlap. 2. Pengendalian Secara Mekanik dan Fisik; a.Cara mekanik dapat dilakukandengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman. b. Menangkap ngengat dengan light trap (untuk luas 50 ha cukup 1 light trap). c. Cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen (disingkal). Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati. 3. Pengendalian Hayati; Pemanfaatan musuh alami parasitoid denganmelepas parasitoid telur seperti Trichogramma japonicum dengan dosis 20 pias/ha (1 pias = 2000-2500 telur terparasit) sejak awal pertanaman.4. Pengendalian Secara Kimiawi; a.Penggunaan insektisida dapat dilakukan bila sudah ditemukan 1 ekor ngengat padalight trap atau pertanaman, dan aplikasi insektisida sebaiknya dilakukan pada saat 4 hari setelah ditemukan 1 ekor ngengat padalight trap atau pertanaman tersebut. b.Penggunaan insektisida butiran di persemaian dilakukan jika disekitar pertanaman ada lahan yang sedang atau menjelang panen pada satu hari sebelum tanam. c. Pada pertanaman, insektisida butiran diberikan terutama pada stadium vegetatif dengan dosis 20 kg insektisida granule/ha. Pada stadium generatif aplikasi dengan insektisida yang disemprotkan (cair). d. Insektisida butiran yang direkomendasikan adalah insektisida yang mengandung bahan aktif karbofuran.e. Insektisida semprot (cair) yang direkomendasikan adalah insektisida yang mengandung bahan aktif spinetoram, klorantraniliprol, dan dimehipo. f.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aplikasi insektisida adalah: keringkan pertanaman sebelum aplikasi, aplikasi saat air embun tidak ada yaitu sekitar jam 8-11 atau dilanjutkan pada sore hari ketika angin sudah tidak kencang, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat air pelarut (sekitar 350-500 liter air/ha).5. Pengendalian Preventif; a. Sebagai tindakan preventif dalampengendalian penggerek batang padi, memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi perlu dilakukan secara rutin. Untuk memantau fluktuasi populasi penggerek batang padi yang berasal dari migrasi dapat menggunakan light trap.3.2 Pada Daerah Serangan Sporadik; a.Cara pengendalian selain menggunakan insektisida yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan setempat. b. Penyemprotan dengan insektisida bilasudah ditemukan 1 ekor ngengat padalighttrap ataupertanaman, dan aplikasi insektisida sebaiknya dilakukan pada saat 4 hari setelah ditemukan 1 ekor ngengat padalight trap atau pertanaman tersebut. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Penendalian Penggerek Batang Padi 2012, BalaiBesar Penelitian Tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.