DMC, Pulau Punjung- Demikian himbauan dan ajakan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman, S.Si, MM pada kunjungan lapangan ke kelompok tani Durian Takuak Rajo kenagarian Pulau Mainan Kecamatan Koto Salak sebagai kelompok pelaksana cetak sawah baru tahun 2017 dengan luas 26,01 hektar beberapa waktu lalu. Program cetak sawah baru tahun 2017 melibatkan 7 kelompok tani dengan luas 150 hektar yang tersebar 5 kecamatan yakni kecamatan Koto Salak, Padang Laweh, Sitiung, Pulau Punjung dan IX Koto dimana sistem pengerjaannya dilakukan melalui kerjasama dengan Danramil 0410/SSD sebagai tindaklanjut dari MoU Kementerian Pertanian dengan TNI Angkatan Darat. Dari kurun waktu 2013 -2017, Dinas Pertanian telah melaksanakan cetak sawah baru seluas 872 hektar. Dari luas sawah yang ada saat ini lebih kurang 6.669 hektar, 4.000 hektar diantaranya beririgasi teknis dan berpotensi tanam minimal 3 kali setahun, bukan tidak mungkin dengan varietas SR 75 yang bisa panen 75 hari dapat ditanami 4 kali dengan dukungan mekanisasi pertanian, tandas Kepala Dinas ini dengan nada optimis.Tak bisa dipungkiri bahwa laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan untuk kepentingan umum serta desakan pemukiman, ancaman terhadap lahan pertanian berupa sawah semakin memprihatikan. Walaupun pemerintah telah membentengi lahan pangan dengan UU No 41 tahun 2009tentang Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan, kondisi dilapangan tetap semakin memprihatikan, terutama lahan sawah yang ada di pinggir jalan dan lokasinya sangat strategis. Secara langsung kondisi ini dapat mengancam swasembada pangan di Ranah Cati Nan Tigo ini. Dalam menyikapi tantangan ini, Dinas Pertanian melaksanakan program cetak sawah baru dan terus memberikan sosialisasi agar lahan sawah yang telah ada tidak dialihfungsikan. " Stop Alih Fungsi lahan dan mari kita sukseskancetak sawah baru demi anak cucu kita" tandas kepala dinas seraya mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mempertahan swasembada padi yang telah kita raih selama ini. Lebih jauh dijelaskan bahwa pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan lahan sawah yang cenderung berkurang setiap tahun. Seorang ilmuan Yunani bernama Maltus mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk berlaku menurut deret hitung dan ketersediaan pangan menurut deret ukur. "Dengan kondisi ini, mau tidak mau kita kita harus mempertahankan sawah yang sudah ada dan terus berupaya untuk menambah luas baku sawah dengan memanfaatkan rawa, lahan tidur dan lahan kering lainnya " tandas Kadis didampingi oleh Zulya Daini selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian. Secara teknis, Kabupaten Dharmasraya didukung oleh topografi relatif datar, banyak rawa dan sungai-sungai kecil sebagai sumber pengairan dan tak kalah pentingnya jaringan Irigasi Batang Hari yang terkoneksi dengan Bendungan Batang Mimpi, Palangko Piruko dan Siat yang mampu mengairilahan 18.000 hektar. Dari segi SDM nya, hampir 70% penduduknya bergerakdi sektor pertanian dengan 1.014 kelompok tani dan 93 Gapoktan, jelas Santy Virgo Putri, S.Hut selaku Kepala Bidang PenyuluhanDemi suksesnya kegiatan cetak sawah ini, Darisman mengharapkan dukungan semua pihak mulai dari Walinagari, penyuluh, babinsa dan tak kalah pentingnya seluruh anggota kelompok tani yang terlibat. Sejalan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Dharmasraya, duet Kepala Daerah Sutan Riska Tuanku Kerajaan, SE dan H. Amrizal Dt. Rajo Medan tetap memprioritaskanswasembada pangan berkelanjutan sebagai "overall goal " dibidang pertanian sebagai ikon utama. Mudah-mudahan cetak sawah ini dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan petani disisi lain Swasembada Pangan Berkelanjutan menuju Kedaulatan Pangan di Kabupaten Dharmasraya dapat diwujudkan.