Loading...

STRATEGI BP3K KEC. BAITO KAB. KONSEL DLM RANGKA PENGAWALAN,PENDAMPINGAN UPSUS PERCEPATAN PENINGKATAN SWASEMBADA PADI THN 2015

STRATEGI BP3K KEC. BAITO KAB. KONSEL DLM RANGKA PENGAWALAN,PENDAMPINGAN UPSUS PERCEPATAN PENINGKATAN SWASEMBADA PADI THN 2015
Kepala BP4K Kab. Konawe Selatan Prov. Sultra, Ir. H. Agusalim, M.Si, bersama Koordinator Penyuluh Kementrian Pertanian dan Penyuluh Pendamping (BP3K Baito) dalam rangka Evaluasi UPSUS Padi Di Desa Amasara Kec. Baito Pada Klp. Tani Mekar sari. Kegiatan Pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh pendamping BP3K Baito yg dilaksanakan dlm rangka penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP yg secara berkala hadir di lokasi Gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GP-PTT) dalam rangka pemberdayaan kelompok tani dgn memberikan bimbingan kepada kelompok dalam penerapan teknologi. Di Kec. Baito sebanyak 7 orang tenaga pendamping, 1 pengamat hama dan 3 orang bintara pembina Desa (Babinsa). Mengawal dan mendampingi Kegiatan UPSUS padi seluas 350 Ha. Yang tersebar pada lima desa dan 12 Kelompok tani. 1.Peningkatan Produktivitas Peningkatan produktivitas dilakukan melalui peningkatan penggunaan benih varietas unggul. Benih yang digunakan adalah benih yang bermutu/berlabel dari Varietas Mekongga dan Ciherang sebanyak 25 Kg/Ha. Untuk memecahkan masa dormansi benih sebelum disemaikan, benih direndam selama satu malam lalu diangin-anginkan selama 24-48 jam (sesuai dengan kebiasaan setempat), kemudian dihambur di persemaian. Luas persemaian antara 20 m2 – 200 m2 sesuai dengan luas lahan yang akan ditanami, dan pada masa persemaian ada pengaplikasian pupuk organik agar disamping menghasilkan bibit yang subur dan kuat juga memudahkan pencabutan bibit. Peningkatan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan sistem tanam jajar legowo 4 : 1 dan sistem tanam Jajar legowo 2 : 1, pemupukan sesuai rekomendasi spesifik lokasi dengan pemakaian pupuk organik, serta pupuk bio-hayati, pengelolaan pengairan dan perbaikan budidaya lainnya yg disertai dengan peningkatan Intensitas kunjungan dlm rangka pengawalan, pendampingan dan pemantauan serta koordinasi. Strategi ini terutama difokuskan di wilayah target upsus padi seluas 350 Ha. sehingga dengan penerapan teknologi spesifik lokasi diharapkan produktivitas hasil panen dapat ditingkatkan.2.Penguatan Kelembagaan dan Manajemen.Perbaikan dan penyempurnaan Manajemen yang telah ada dan berjalan saat ini di Balai Penyuluhan Pertanian perikanan dan Kehutanan ( BP3K ) Kec. Baito, terus dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana. Penyempurnaan manajemen tersebut berupa dukungan kebijakan dan regulasi, penyempurnaan manajemen teknis serta penyempurnaan data dan informasi. Dengan kegiatan penyempurnaan diharapkan pelaksanaan peningkatan produksi tanaman pangan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dalam mendukung pencapaian sasaran produksi tahun 2015. Agar upaya ini dapat berhasil maka dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan melalui gerakan yang luar biasa antara lain : (1). gerakan pengolahan tanah, (2). gerakan tanam dan panen serentak, (3). gerakan pemupukan berimbang, (4). gerakan penerapan teknologi, (5). gerakan pengendalian OPT, (6). gerakan penanganan panen dan pasca panen, dan (7). gerakan lainnya dengan dukungan dana dan stakeholder. Pos simpul koordinasi pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT ) memanfaatkan Posko P2BN yang selama ini ada yakni, Posko IV di BP3K Baito dan Posko V di Desa (Gapoktan). Posko-posko yang ada, dioperasionalkan untuk memecahkan permasalahan yg ada baik secara terknis maupun administrasi. (Darlis, S.ST/Koordinator BP3K Kec. Baito)