Tanaman pangan merupakan salah satu sektor penting, karena merupakan kelompok tanaman yang menghasilkan energi yang dapat menopang kehidupan manusia. Ketersediaan tanaman pangan menjadi hal yang perlu diusahakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya menuju swasembada pangan nasional guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Sejak tahun 2015 pemerintah melalui program Upaya Khusus (Upsus), mengusahakan adanya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan yang terfokus pada tiga komoditi utama, yaitu Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale). Program Upsus Pajale ini juga meningkatkan animo masyarakat untuk terus mengusahakan tiga komoditas tersebut. Di provinsi NTB, khusus Kota Bima, tanaman jagung menjadi tanaman idola sejak dimulainya program UPSUS tahun 2015 lalu. Bahkan animo masyarakat semakin meningkat dalam kurun tiga tahun terakhir ini akibat tingginya produksi dan harga jual jagung yang sangat menggiurkan. Seperti dikutip dalam harian Kompas.com, tanggal 7 April 2015, Jagung adalah primadona baru di Nusa Tenggara Barat. Di setiap daerah, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, dengan mudah bisa ditemukan ladang jagung. Setelah padi, jagung sudah menjadi salah satu komoditas andalan Pemerintah Provinsi NTB. Melalui program Pijar atau akronim dari sapi, jagung, dan rumput laut yang digalakkan sejak 2008, pengembangan jagung di NTB gencar dilakukan. Jagung dipilih sebagai komoditas unggulan karena mudah dibudidayakan, potensi lahan NTB yang luas dan iklim yang cocok, serta pasar yang terbuka lebar. Di sisi lain, meningkatnya animo masyarakat untuk menanam jagung berdampak buruk pada kondisi ekosistem lahan . Hal ini terjadi karena minat masyarakat untuk menanam jagung lebih tinggi dari ketersediaan lahan yang ada. Sehingga marak terjadi pembabatan hutan untuk pembukaan lahan baru terutama di daerah dengan topografi miring, bahkan sebagian masyarakat memanfaatkan lahan kritis yang tidak layak tanam. Kondisi ini akan meningkatkan peluang terjadinya erosi dan banjir. Melihat permasalahan tersebut, perlu adanya strategi khusus untuk meminimalisir terjadinya erosi dan banjir tanpa mengurangi animo masyarakat untuk menanam jagung. Strategi ini sebagai langkah solutif atas permasalahan tersebut sekaligus langkah antisipatif agar tidak terjadi bencana serupa di daerah lain di kemudian hari. Adapun langkah-langkah kongkrit yang bisa diupayakan antara lain sebagai berikut: Membuat Terasering Teras sering merupakan salah satu bentuk pencegahan erosi yang paling sering dilakukan yakni dengan cara membuat teras demi teras seperti tangga pada lahan yang miring sehingga ketika turun hujan air tidak langsung hanyut begitu saja sehingga peluang terjadinya pengikisan tanah dapat di tekan seminimal mungkin. Countur Farming Merupakan sistem penanaman berdasarkan garis kontur suatu tanah sehingga sistem perakaran tanaman akan semakin solid dan sanggup menahan tanah ketika terjadi hujan deras. Pembuatan sistem kontur tanah ini seperti membuat perangkap tanah sehingga tidak mudah hanyut terbawa air, membuat teras bangku atau gundulan. Memperbaiki Tekstur Tanah Tekstur tanah merupakan salah faktor penting yang mempengaruhi daya simpan air dalam tanah. Semakin halus tekstur tanah, maka semakin luas permukaan tanah tersebut. Sehingga daya ikat tanah terhadap air maupun hara akan semakin tinggi. Melakukan integrasi dengan tanaman perkebunan yang memiliki perakaran Tunjang Sistem integrasi tanaman pangan dengan tanaman perkebunan yang memiliki perakaran tunjang sangat membantu mengurangi dampak erosi dan banjir. Hal ini disebabkan karena perakaran tunjang dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak. Sehingga air hujan yang turun tidak langsung menyebabkan erosi maupun banjir. Membuat Sumur Resapan Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. Oleh : Lisnawati, SP (PPL Kelurahan Mande Kec. Mpunda)