Budi Daya Padi Jenuh AirPada budi daya jenuh air, tanah dijaga mendekati jenuh air sehingga mengurangi rembesan. Di dalam praktek, budidaya jenuh air berarti irigasi dangkal yang diberikan untuk memperoleh 1 cm air kedalaman genangan air, sehari atau setelah hilangnya air yang tergenang. Pada teknik budidaya jenuh air, input air berkurang rata-rata 23% dibanding yang digenang secara kontinu tanpa pengurangan hasil. Pada alternasi basah dan kering, air irigasi diaplikasikan untuk mendapatkan kondisi tergenang setelah beberapa hari tertentu tanpa genangan air. Banyaknya hari tanpa genagan air bervariasi dari satu hari sampai lebih dari 10 hari. Irigasi Macak-macak di Lahan SawahPetani biasanya menggenangi lahan sawah secara terus menerus hingga ketinggian air mencapai 15 cm. Irigasi macak-macak adalah teknik pemberian air yang bertujuan untuk membasahi lahan hingga jenuh tanpa tergenang hingga mencapai ketinggian tertentu. Teknik irigasi ini efisien dalam penggunaan air dibandingkan dengan pengairan secara terus menerus. Beberapa penelitian menunjukkan hasil tanaman padi yang mendapati irigasi macak-macak tidak berbeda nyata dengan yang mendapat genangan tinggi secara terus menerus. Penurunan genangan air dari 10-15 cm menjadi 5-7 cm selain mengurangi penggunaan air irigasi juga dapat meningkatkan hasil tanaman. Efisiensi penggunaan air berperan penting dalam peningkatan nilai ekonomi produksi pertanian pada lahan beririgasi. Efisiensi pengguanaan air dengan macak-macak 2-3 kali, lebih tinggi dibandingkan dengan penggenangan air secara terus menerus. Tanaman padi tidak memerlukan genangan air terus menerus. Genangan air macak-macak selama pertumbuhan tidak menurunkan hasil pada musim hujan dan musim kemarau, sehingga menghemat penggunaan air irigasi masing-masing 49% & 41%. Irigasi BergilirIrigasi bergilir merupakan teknik pengairan tanaman pada luasan tertentu dan untuk periode tertentu, sehingga areal tersebut menyimpan air yang dapat digunakan hingga periode berikutnya. Pengairan dengan sistem bergilir tidak menurunkan hasil padi dan bahkan cenderung meningkat. Irigasi bergilir 4-5 hari sekali, tidak menyebabkan tanaman padi mengalami kekeringan, menghemat air irigasi dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk urea. Tanaman yang diairi 4-5 hari sekali menghasilkan gabah > 5,0 ton/ha pada pemupukan 45 kg N/ha, tetapi tanaman yang digenangi terus menerus perlu 90 kg N/ha agar menghasilkan > 5,0 ton/ha. Irigasi BerselangDengan irigasi berselang, hasil meningkat 7% dibanding hasil irigasi terus menerus, sementara hasil padi dengan irigasi bergilir meningkat 2%. Kebutuhan air irigasi untuk sistem penggenangan terus menerus mancapai 725 mm, sedangkan irigasi bergilir dan berselang masing-masing 659 mm dan 563 mm. Penentuan Waktu TanamPenentuan waktu tanam diperlukan untuk mengantisipasi kelangkaan air. Apabila ketersediaan air terjamin sepanjang tahun di lokasi yang bersangkutan maka pemanfaatan areal tanam untuk budidaya di luar musim dianjurkan guna meningkatkan nilai tambah usahatani. Varietas Hemat airKonsumsi air harian varietas padi yang berbeda hampir tidak berbeda pada semua stadia tumbuh, karena itu yang menentukan total konsumsi air adalah umur tanaman. Varietas Cisadane lebih banyak mengkonsumsi air daripada IR64 karena Varietas Cisadane berumur panjang. Dalam kondisi pasokan air terbatas, penanaman padi varietas lain seperti Ciliwung, Way Apo Buru, Cigeulis, dan Code akan menghemat air karena varietas ini relatif toleran terhadap kekeringan. Sistem gogorancah merupakan teknik tanam yang efektif dalam memanfaatkan air atau pasokan air yang tidak menentu. Padi AerobikTidak seperti padi sawah, padi gogo ditanam pada kondisi tanah tidak dilumpurkan, tanah tidak jenuh (aerobic) dan tanpa genangan air. Bila curah hujan tidak mencukupi, irigasi diberikan agar kandungan air tanah di daerah perakaran mencapai kapasitas lapang, sesudah itu mencapai batas kritis bawah. Volume air irigasi harus sesuai dengan kebutuhan untuk penguapan dari tanah dan transpirasi oleh tanaman. Potensi penurunan air terutama terjadi pada tanah dengan kehilangan air melalui rembesan yang tinggi. Laju penguapan berkurang bilamana tidak terdapat lapisan genangan air dan sebagian besar air digunakan untuk persiapan tanah basah. Kondisi tanah aerobic membutuhkan varietas baru (padi aerobik) yang memiliki kombinasi sifat toleran kekeringan dan berdaya hasil tinggi seperti varietas padi sawah. Para pemulia tanaman di Cina sudah memproduksi varietas padi aerobik dengan estimasi potensi hasil 6 -7 ton/ha. Hasil padi aerobik berkisar antara 2,5 - 5,7 ton/ha hanya dengan kebutuhan air 500-900 mm yang diperoleh dari irigasi dan curah hujan.