Loading...

Study Banding Bagi Penyuluh Dan Petani Program Ipdmip Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kab. Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat

Study Banding Bagi Penyuluh Dan Petani Program Ipdmip Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kab. Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat
Study Banding bagi Penyuluh dan Petani Program Integrated Participatory Development and Management Of Irrigation Project (IPDMIP) Distanbun Kab. Bima Propinsi NTB benar-benar memberikan angin segar bagi peserta baik Penyuluh maupun Petani disetiap desa dan kecamatan di wilayah Kab. Bima yang tergabung dalam Program IPDMIP. Terima kasih yang tak terhingga kepada bapak Kadis Pertanbun, Sekertaris Distanbun dan Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Bima atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti kegiatan Study Banding bagi Penyuluh dan Petani Program IPDMIP Dinas Pertanbun Kab. Bima di Kabupaten Badung, Tabanan, Bangli dan Kintamani Propinsi Bali. Semoga bernilai Ibadah dan Mendapat Pahala disisi Allah SWT. Aamiin. Dengan adanya Study Banding bagi Penyuluh dan Petani tersebut kami semua dapat belajar dan bertukar pengalaman dengan Pemerintah Dinas Pertanian Kab. Tabanan Propinsi Bali pada umumnya, Penyuluh dan Kelompok Tani dan Masyarakat yang ada di wilayah Kab. Badung, Tabanan, Bangli dan Kintamani Propinsi Bali pada khususnya. Kegiatan Study Banding bagi Penyuluh dan Petani memberikan banyak manfaat dan Ilmu antara lain kami bisa memahami bagaimana mengelola irigasi yang benar-benar memanfaatkan air secara optimal melalui sistem Subak dengan pembagian air yang disesuaikan dengan luas areal kelompok yang akan diairi. Ada juga pengelolaan tanaman padi organik dengan sistem tanam Jarwo baik 2:1 maupun 4:1 melalui Teknologi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Green Fertilizer dan Penggunaan Pupuk Organik Padat dengan menekan penggunaan pupuk anorganik baik Urea, SP36 maupun NPK sebesar 25 % dari dosis yang dianjurkan. Dengan Konsep Percontohan tersebut dapat memberikan hasil ubinan 2,5 x 2,5 meter sebesar 8,6 kg GKP, Sehingga memperoleh Produktivitas sebesar 137,6 Kw/Ha. Gabah kering panen (GKP). Selain hal tersebut di atas yang membuat kami berkesan selama kegiatan Study Banding di Bali adalah rasa kebersamaan, kegotongroyongan dan kesadaran masyarakat Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan, pemeliharaan hutan dan sumber daya air sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung ataupun menunjang keberhasilan di sektor pertanian. Sumber daya air tesedia secara maksimal ditambah penggunaan teknologi yang dianjurkan dalam mengelola usaha tani maka otomatis akan dapat meningkatkan Hasil Provitas dan produksi tanaman yang diusahakan. Produksi usaha tani meningkat pasti pendapatan masyarakat petani juga meningkat, yang akhirnya kesejahteraan masyarakatpun akan terjamin sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dari pengalaman Study Banding bagi Penyuluh dan Petani program IPDMIP Kab. Bima di Bali tersebut dapat kita ambil hikmahnya dan semoga kita dapat menerapkannya di kelompok tani dan masyarakat yang ada di WKPP desa Binaan kita masing-masing. Demikian. Terima kasih. Palibelo, 08 Desember 2019 Penyusun Berita : Iskandar, SP. PPL WKPP Desa Ntonggu Kec. Palibelo Kab. Bima Provinsi NTB.