Loading...

STUDY BANDING HORTIKULTURA KEPALA BPP SE KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI KE PROVINSI BENGKULU

STUDY BANDING HORTIKULTURA KEPALA BPP SE KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI KE PROVINSI BENGKULU
Bengkulu, September 2014. Dalam rangka penyegaran sekaligus penambahan wawasan, ilmu dan pengalaman sebagai bekal untuk lebih memacu semangat kembali dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang merupakan ujung tombak kesuksesan bidang pertanian khususnya di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Kegiatan study banding ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 09 September 2014 s/d 12 September 2014 yang mengambil lokasi tujuan Badan Koordinasi Penyuluh (BAKORLUH) Provinsi Bengkulu, Kelembagaan Kelompok Tani Teladan, Balai Penyuluhan Model tingkat Provinsi Bengkulu serta tidak lupa melakukan rekreasi sejarah dengan melihat benteng Fort de Malborough dan Rumah Pengasingan Bung Karno dan pantai panjang kota Bengkulu. Di Bakorluh Provinsi Bengkulu peserta study banding mendapat pengalaman, pelajaran dan wawasan tentang pemanfaatan lahan pekarangan yang dikelola secara mandiri oleh Bidang-bidang yang ada di Bakorluh Provinsi Bengkulu berupa demplot terpadu tanpa terkecuali mulai dari pejabat Esselon III, Esselon IV, PPL yang ada di Bakorluh sampai dengan tenaga honorer ikut ambil bagian bekerja pengolahan lahan nya dengan menanam berbagai macam komoditi pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. Pengelolaan dan pengolahan lahan tersebut dibagi secara merata oleh Ibu Sekretaris Bakorluh Provinsi Bengkulu. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari kerja mulai sekitar jam 08.00 WIB pagi sampai dengan matahari mulai terasa panas dan menyengat menjelang siang hari atau sekitar jam 11.00 WIB. Setelah bersih-bersih diri dari aktivitas kebun tersebut seluruh karyawan dan karyawati lingkup Bakorluh dilanjutkan dengan istirahat siang dan makan secara bersama-sama di saung/pondok masing-masing bidang. Sekitar jam 14.00 WIB baru melanjutkan aktivitas kantor lainnya. Hasil produksi demplot tersebut dipasarkan di pasar tradisional yang ada di sekitar Bakorluh bahkan sebagian dari pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah. Dana hasil penjualan tersebut dijadikan kas bidang dan sebagian dijadikan sebagai modal kembali untuk mengolah lahan tersebut untuk penanaman berikutnya. Perlu diketahui bahwa lahan Sekretariat Bakorluh Provinsi Bengkulu mempunyai luas sekitar 12 Ha. Yang terletak di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu yang berjarak lebih kurang 25 Km dari kota Bengkulu. Bakorluh Provinsi Bengkulu sebelumnya merupakan Badan Diklat Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu. Pada hari berikutnya, kegiatan study banding dilanjutkan dengan melihat Kelembagaan Petani yaitu Kelompok Wanita Tani NURHIDAYAH dan Kelompok Tani Teladan SERAI ALAM LESTARI yang sama-sama terletak di Kabupaten Bengkulu Tengah. Di Kelompok Wanita Tani Nurhidayah peserta dapat melihata pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal yang dilaksanakan oleh ibu-ibu anggota kelompok tani dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar desa mereka. Di Kelompok Tani Teladan Serai Alam Lestari peserta dapat melihat bagaimana pengeloaan dan pengolahan tanaman jeruk Kalamansi, mulai dari pembibitan, penanaman sampai dengan pengolahan sirup jeruk kalamansi yang sekarang menjadi ikon Kabupaten Bengkulu Tengah dan bahkan menjadi oleh-oleh Provinsi Bengkulu. Jeruk Kalamansi pada mulanya hanya berupa tanaman yang tidak dianggap mempunyai nilai ekonomis karena jangankan manusia hama pun tidak mau memakan jeruk tersebut. Akhirnya ditangan dingin seorang PNS aktif bernama Boyman dapat mengolah dan memanfaatkan jeruk kalamansi untuk konsumsi keluarga sendiri. Namun sejalannya waktu, setiap tetangga yang datang berkunjung kerumah pak Boyman selalu disuguhi minuman sirup Kalamansi dengan cukup mendapat respon positif dari para tetangga. Dengan informasi dari mulut ke mulut sirup jeruk kalamansi menyebar ke seluruh Provinsi Bengkulu. Jeruk Kalamansi tidak hanya bermanfaat sebagai minuman segar, akan tetapi juga bisa sebagai bumbu masakan yang sedap yang sekarang hamper seluruh rumah makan di kota Bengkulu menggunakan jeruk dimaksud sebagai tambahan bumbu masakan. Akhirnya hal yang dapat diambil sebagai pengalaman dan pelajaran adalah bagaimana merubah pola pikir manusia dalam pemanfaatan sumberdaya yang ada disekitar kita sehingga dari yang pada walanya tidak mempunyai nilai dapat berubah menjadi mempunyai nilai yang lebih tinggi dan bermanfaat. Semoga bermanfaat... (adm_tebo.ryi.2014).