Loading...

SUBSIDI BENIH PADI MENUJU SWASEMBADA PANGAN

SUBSIDI BENIH PADI MENUJU SWASEMBADA PANGAN
Mulai tahun 2015 pemerintah telah mencanangkan program swasembada pangan terutama tiga komoditas utama padi, jagung, kedelai yang dikemas dalam upaya khusus (Upsus) Pajale, melalui upsus pajale, pemerintah bertekad mewujudkan kedaulatan pangan nasional dalam tiga tahun. Untuk mencapai hal tersebut pemerintah melakukan upaya perluasan tanam dan peningkatan produktivitas. Selain itu perbaikan dan pengadaan sarana dan prasarana pertanian juga diberikan bagi petani dan kelompok tani guna menunjang usaha tani yang efektif dan efisien. Keseriusan pemerintah ditunjunkkan dengan mengalokasikan sebagian besar anggaran kementrian pertanian untuk belanja sarana dan prasarana petani. Di tahun 2017 alokasi sarpras petani mencapai Rp 16,6 triliun, jumlah ini akan meningkat menjadi Rp 19,3 triliun di tahun 2018 nanti.Disamping pembangunan infrastruktur, pengadaan alat dan mesin pertanian, pemerintah melalui kementrian pertanian juga mengeluarkan berbagai program bantuan kepada petani, baik yang berupa bantuan sosial maupun berupa subsidi.Salah satu program pemerintah yang diterima kelompok tani di Desa Karangsono, Kabupaten Jember adalah bantuan subsidi benih padi seluas 404 ha yang terbagi dalam 6 kelompok tani. Pada program ini pemerintah memberikan subsisdi harga benih padi bersertifikat dimana petani hanya perlu membeli benih padi bersertifikat dengan harga Rp 2.500 per kg. Pembagian dan sosialisasi benih dilakukan pada bulan Februari 2017, per hektar petani mendapat alokasi 25 kg benih padi yang dapat dibeli dengan harga subsidi. Kendala yang dihadapi di tingkat petani adalah memberi pengertian kepada petani untuk menggunakan benih dengan jumlah sesuai dengan rekomendasi. Hal ini penting karena di tingkat petani masih banyak petani yang kebutuhan benih per hektarnya diatas rekomendasi yang diberikan, rata-rata kebutuhan benih petani per hektar adalah 40-50 kg. hal tersebut dikarenakan cara tanam petani yang belum tepat, serangan hama penyakit seperti keong, yang mengakibatkan petani harus menyediakan benih lebih untuk menyulam bibit yang diserang keong. Karena itu pendampingan dan pemberian penyuluhan kepada petani harus terus dilakukan agar petani dapat menerapkan budidaya tanaman yang baik, mengatasi serangan hama penyakit, untuk mencapai hasil yang maksimal.Subsidi benih yang diterima 6 kelompok tani di Desa Karangsono merupakan benih padi non hibrida dengan varietas Cibogo, Ciherang, Inpari 30 dan Situbagendit. Dari 6 kelompok tani yang ada, kelompok tani Sido Maju I menerima bantuan subsidi benih padi seluas 40 Ha dengan varietas Cibogo, kelompok tani Sido Maju II menerima susbsidi benih padi seluas 50 hektar dengan varietas Cibogo, kelompok tani Suka Tani menerima subsidi benih padi seluas 100 ha dengan varietas Cibogo dan Situbagendit, kelompok tani Harapan Jaya menerima bantuan subsidi benih padi seluas 75 hektar dengan varietas Cibogo, kelompok tani Makmur menerima bantuan seluas 50 hektar dengan varietas Cibogo dan Inpari, dan kelompok tani Tani Makmur menerima bantuan seluas 89 hektar dengan varietas Situbagendit. Dengan adanya subsidi harga benih diharapkan dapat meringankan biaya yang dikeluarkan petani untuk memulai usaha tani. Disamping itu penggunaan benih bersertifikat akan memberikan beberapa manfaat diantaranya hasil panen yang meningkat dan penurunan serangan hama penyakit, diharapkan nantinya petani dapat menjadi petani yang mandiri benih. Ditulis oleh : Yudi Cristian Windartha, Penyuluh Pertanian Kabupaten Jember