SUDAH PRODUKTIFKAH LAHAN PEKARANGAN KITA Banyak sekali lahan disekitar rumah kita atau lahan pekarangan yang dianggap sebagai hiasan saja. Biasanya ditanami bunga hias atau untuk bermain anak. Bahkan di beberapa wilayah Indonesia lahan pekarangan dianggap beban karena harus membersihkan dan merawat setiap hari. Namun hal itu tidak terlihat di KWT Amanah Desa Penggung, Kecamatan Boyolali. KWT Amanah memanfaatkan lahan pekarang untuk menghasilkan sayuran untuk kebutuhan sendiri. Pengurus beserta anggotanya menanam sayuran dilahan sekitar rumah. Berbagai aneka jenis sayuran dihasilkan melalui penanaman lahan pekarangan. Tomat, Sawi, Cabe, Terong dll merupakan jenis sayuran yang ditanam. Hasil dari penanaman sayur dilahan pekarangan sebagian juga dijual. Hal ini mengingat produksi yang tinggi sehingga berlebihan. "Sekarang anggota kami sudah tidak mengeluarkan uang harian untuk membeli sayur, Sayur bisa dipetik dilahan sekitar rumah kita" Siti Sholikah ketua Kelompok Wanita Tani. Setelah kebutuhan kelompok terpenuhi sayuran dijual keluar kelompok. Dengan demikian anggota kelompok bisa menghemat pengeluaran harian bahkan ada penghasilan tambahan. Bagaimana dengan bibitnya?Untuk keperluan bibit KWT Amanah memiliki Kebun Benih Desa (KBD). KBD merupakan bangunan seperti gubug namun menggunakan screen untuk menangkarkan benih. Kelompok membeli benih sayuran setelah itu di deder untuk menghasilkan bibit tanaman. Selanjutnya bibit tanaman dibagikan kepada anggota kelompok. "Pengerjaan dan pengelolaan KBD dilakukan bersama-sama sehinga kuncinya adalah kebersamaan diantara anggota kelompok", Eni manajer pengelola KBD. Sedangkan untuk kebutuhan pupuk KWT Amanah hanya menggunakan pupuk kandang. Hal ini mengingat hamper semua anggota kelompok memiliki ternak, sehingga kotorannya diolah menjadi pupuk organik. KWT Amanah melaksanakan program Pemanfaatan lahan pekarangan yang merupakan program dari BKPPP Kabupaten Boyolali. Program ini digulirkan sejak tahun 2015. Hasilnya saaat ini tanaman disekitar rumah bukan bunga namun sayuran. Pak Mulyoto selaku penyuluh pendamping senantiasa mengingatkan kepada kelompok untuk menjaga kebersamaan diantara anggota kelompok."kalau anggota dan pengurus kelompok kompak insyalloh program ini akan berhasil" Pak Mulyoto. Pertemuan KWT dilakukan secara rutin setiap bulan yaitu tanggal 4. Pada tanggal 4 Februari pertemuan KWT Amanah dilaksanakan dirumah Ibu Siti Sholikah. Pertemuan dihadiri oleh Penyuluh pendamping. (Mulyoto, Penyuluh Pendamping Desa Penggung)