Sudardi petani asal Desa Jati Mulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, pria kelahiran Jati Mulyo beristerikan Nina Yati, dikaruniai dua orang putra. Awalnya ia seorang pengemudi mobil. Pada tahun 2012, ia mulai mencoba usaha dibidang pertanian. Ia memutuskan memilih profesi petani sebagai pilihan hidupnya. Hal yang memacu Sudardi untuk menjadi petani karena dia mempunyai dua bidang sawah yang menjajikan, di desanya mempunyai pasar yaitu pasar Jati Mulyo, dan Desa Jati Mulyo juga berbatasan dengan Kota Madya Bandar Lampung yang membuatnya semakin berambisi menjadi petani yang sukses. Sudardi memiliki dua bidang lahan seluas 1.600 m yang terletak disamping dan dibelakang rumahnya, dan yang satu bidang lagi terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya yang berjarak lebih kurang 500 m. Lahan yang ia garap untuk tanaman padi sawah hasil produksi nya cukup lumayan, selain padi sawah ia juga berusaha tani holtikultura, yakni sayuran daun, awalnya hanya menggunakan lahan disebelah rumahnya 400 m yang ditanam kangkung dan sawi, keuntungan yang diperoleh dalam 20 hari sudah menghasilkan untuk keperluan kesehariannya dan anak sekolah. Sudardi merupakan seorang petani yang haus akan ilmu pengetahuan, ilmu yang di dapatkan baik dari dinas pertanian melalui para Penyuluh Pertanian, maupun perusahaan pembenihan diterapkan di lahan pertaniannya. Berkat keuletan dan mendapatkan hasil dari usaha sayuran, Sudardi menambah luas areal tanaman sayuran dari 400 m menjadi 1.600 m, dimana setiap hari secara terus menerus dia mendapatkan hasil panen dengan keuntungan bersih dua bulan (3 kali panen) berkisar Rp.8.000.000 sampai Rp.16.000.000 jika harga normal, dan hanya mendapatkan Rp.8000.000 sampai Rp.10.000.000 pada saat harga murah. Lahan yang ia garap tidak pernah berhenti untuk ditanami dimana setiap petak ditanami berbagai jenis sayuran secara bergantian (enam jenis sayuran daun). Sistem penanaman ini dilakukan untuk memutus siklus hama dan penyakit yangsering menyerang tanaman sayuran. Atas keberhasilannya Sudardi, dikunjungi oleh pimpinan perusahaan panah merah. Sudardi menceritakan pada pimpinan perusahaan bahwa timbul kekhawatiran pada saat setelah dia tua untuk bercocok tanam tidak ada pengkaderan terhadap pemuda tani, mengingat pemuda petani sekarang cenderung bekerja di sektor lain, kekhawatiran ini juga seringkali disampaikan pada PPL setempat yaitu Ibu Suad Mauli. Atas kekhawatiran ini, PPL menyarankan untuk mencari mitra kerja baik berupa sponsor maupun perusahaan benih, maka dia mempunyai gagasan agar pihak perusahaan dapat membantu penyediaan gubuk pertemuan untuk pusat pelatihan petani muda, sehingga sewaktu-waktu akan dapat menyadarkan petani muda untuk menerapkan ilmu yang dia punya. Gagasan bersama ini disambut dengan baik oleh perusahaan dalam hal ini PT. Panah Merah yang bergerak dibidang perbenihan. Pada awal tahun 2017 pusat pelatihan petani muda diresmikan oleh Bapak Ardi Irba, S.P sebagai manager marketing. Delapan bulan kemudia tepatnya bulan Agustus 2017 di pusat pelatihan petani muda ini dilaksanakan acara silaturahmi dan sekaligus pembentukan Petani Muda Panah Merah (PNPN) se provinsi Lampung yang dipergunakan untuk menjaga kelangsungan usaha. Di pusat pelatihanpetani muda, para pemuda tani dapat berkumpul untuk belajar dan berdiskusi juga sebagai wadah pembelajaran dan edukasi petani muda. Karena kepiawaiannya Sudardi di daulat untuk menjadi motivator/penasehat para pemuda tani karena usianya yang tidak lagi muda. Sudardi juga dijadikan bendahara kelompok tani Daya Murni III.Siswa SMK Pertanian Kabupaten Way Kanan sudah dua kali magang disini selama satu bulan. Siswa SMK Pertanian di gembleng karena Sudardi orang yang tegas dan disiplin. Pagi pagi anak-anak harus sudah siap untuk mengikuti kegiatan kesehariannya yaitu mulai dari olah tanah, pesemaian, tanam, perawatan sampai panen dan pasca panen sayuran dengan tujuan sepulang dari situ mereka akan mendapatkan ilmu yang akan dipraktekkan di sekolah mereka.Pada tanggal 22 sampai dengan 29 Januari 2018, Sudardi diutus dari Dinas Pertanian TPH dan Bun Lampung Selatan untuk mengikuti pelatihan tanaman sayuran organik non aparatur se Sumatera bagian selatan BPP Lampung. Pada saat peserta akan praktek lapang, pihak BPP Lampung meminta untuk praktek di desa Jati Mulyo tepatnya di pusat pelatihan petani muda yang ada di lahan Sudardi. Acara tersebut berlangsung dengan sukses, Sudardi diminta untuk mencerikan pengalaman-pengalamannya dan sekaligus mempraktekan cara penyemaian tanaman selada, karena penyemainan tanaman selada dibutuhkan keterampilan khusus. Pengalaman dia tidak lepas menanam sayuran selada karena selain harganya cukup stabil selada juga tidak disukai oleh hama, sehingga tanaman sayuran daun lainnya tidak terganggu hama dan penyakit. Tanam sayur daun bagi dia tananaman yang menghasilkan dan meraih keuntungan yang cukup fantastis, selain cepat di panen resiko terserang penyakit dapat ditekan, dengan bertani sayuran daun dia sudah dapat menyekolahkan dua putranya di sekolah SMK Penerbangan dan SMK Pelayaran dan dapat membeli kendaraan roda empat. Kini pusat pelatihan Pemuda Tani akan diusulkan menjadi pusat Pelatihan Pertanian dan pedesaan ( P4S) Daun Hijau. Semoga ke depan P4S muda akan menjadi P4S yang dapat berkembang dan menjadi pusat pembelajaran petani bagi para petani-petanin yang ingin sukses. Penulis : Suad Mauli, SP (Penyuluh Pertanian Kecamatan Jatiagung)