Loading...

SUKSES PENDAMPINGAN PPL PADA SL BAWANG MERAH

SUKSES PENDAMPINGAN PPL PADA SL BAWANG MERAH
Menanam bawang merah tidak serumit yang dibayangkan orang selama ini namun tidak semua orang maupun petani mampu, bisa dan berminat berusaha tani bawang merah, sebab mengusahakan komoditas ini mesti benar benar serius, sabar, rajin dan tekun, karena harus rela berkorban menyisihkan waktu setiap hari menyusuri bedeng demi bedeng tanaman untuk memantau dan mengantisipasi serangan hama penyakit yang biasa menyerang tanaman mahal ini. Namun tidak akan sia-sia pengorbanan yang dilakukan karena keuntungan yang sangat besar menanti. Berusaha tani komoditas ini sangat menggiurkan biasanya sekali bertanam susah menghentikannya apalagi kalau sudah pernah merasakan buah-buah hasil perjuangan menekuni usaha ini. Oleh sebab itu dilaksanakan lah SL (sekolah lapang) bagi petani agar wawasan pengetahuan mereka terbuka sehingga berminat dan termotivasi berusaha tani bawang merah, bukan karna ikut ikutan atau musiman, namun keluar dari lubuk hati yang paling dalam untuk menekuni usaha tani penyumbang inflasi ini.Ada beberapa tujuan di laksanakannya SL (Sekolah Lapang) bawang merah di 5 WKPP yang berada di Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, yaitu untuk meningkatkan pengalaman, pemahaman, dan keterampilan petani dalam budidaya bawang merah. Tidak hanya itu diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan pengembangan sikap petani sebagai pelaku usaha. Terlebih lebih para petani di Kecamatan Bukit Batu memiliki lahan lahan yang luas, sangat sayang rasanya kalau tidak dimanfaatkan,"paling tidak mencoba dulu" ucap Hary, salah seorang peserta SL. Karena katanya selama ini ia hanya mempunyai pengalaman membantu teman penangkar benih menanam bawang di lahan mereka. Ia ingin menanam dan memelihara tanaman bawang di lahannya sendiri, kelak selesai SL ini tambah nya antusias.SL yang dilaksanakan sepanjang bulan November 2017 ini didampingi oleh beberapa orang PPL handal yang sudah pernah beberapa kali mengikuti pelatihan budidaya bawang merah. Hasilnya tidak mengecewakan banyak petani yang terbuka wawasannya dan sangat ingin serius berusaha tani ini, banyak keuntungan yang mereka peroleh karena ilmu dan pengetahuan mereka jadi bertambah.Adapun tahapan pelaksanan SL, yang pertama dilakukan adalah : Penjelasan dan mengsosialisasikan rencana SL kepada para anggota kolompok tani sebagai peserta, kemudian penentuan lokasi kegiatan, lalu penentuan jadwal dan materi. Pengamatan serta pencatatan harus dilakukan, dan yang penting juga dilaksanakan adalah temu lapang, tujuannya untuk mendiskusikan, mempresentasikan dan mengambil kesimpulan dari kegiatan SL bawang merah dari awal sampai akhir. Pendampingan PPL pada kegiatan SL khususnya di WKPP Kelurahan Banturung, ini sangat berhasil, ilmu budidaya bawang merah yang pernah diperoleh dari pelatihan pelatihan tidak dinikmati sendiri namun dibagikan untuk para petani yang berminat namun awam terhadap cara berusaha tani tanaman, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Kota Palangka Raya ini.Diharapkan dengan bertambahnya jumlah petani bawang merah di Kalimantan Tengah khususnya di Kota Palangka Raya, bertambah pula jumlah penangkar-penangkar bawang merah sehingga kebutuhan masyarakat akan komoditas ini dapat terpenuhi dan tidak menutup kemungkinan mencukupi kebutuhan provinsi lain pula. (Wiwik Rahayu, SP Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya)