Loading...

Syarat Bibit Padi Sawah

Syarat Bibit Padi Sawah
Membuat persemaian tanaman padi sawah merupakan langkah awal dalam berhasil tidaknya budidaya tanaman padi sawah. Pembuatan persemaian memerlukan persiapan sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian akan menentukan pertumbuhan tanaman, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi sehat sekaligus subur dapat tercapai. Hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan benih padi unggul bersertifikat, varietas unggul baru ( VUB ) umumnya berdaya hasil tinggi,tahan terhadap hama penyakit utama atau toleran deraan lingkungan setempat dan dapat juga memiliki sifat khusus tertentu, kebutuhan benih padi sekitar 25-30 kg/ha. VUB dapat berupa padi inhibrida seperti Ciherang dan Mekongga atau padi hibrida seperti Rokan,Hipa 3, Bernas Super dan Intani. Pemilihan varietas inbrida atau hibrida disesuaikan dengan kondisi setempat dan dianjurkan yang tahan hama penyakit endemic seperti wereng coklat dan tungro serta memnuhi permintaan pasar.Selain daya hasil tinggi dan ketahanan terhadap hama penyakit, aspek citarasa nasi, umur panen, bentuk gabah, rendemen dan kebeningan beras juga sering menjadi factor penentu dalam pemilihan varietas oleh petani. Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, umumnya benih bermutu dapat diperileh dari benih berlabel yang sudah lulus proses sertifikasi. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak, benih inbrida dapat diuji dengan teknik pengapungan dalam larutan garam 2-3% atau larutan pupuk ZA 20-30 g/liter air, benih yang tenggelam yang digunakan sedangkan untuk benih padi hibrida diuji dengan uji daya kecambah. Lokasi persemaian diusahakan pada tanah subur dengan intensitas cahaya matahari sempurna. Buat bedengan berukuran lebar 1 m, panjang 4 m, tinggi 20-30 cm. Pada lahan seluas 1 hektar dibutuhkan 4 bedengan. Untuk menghindari serangan hama tikus, sebaiknya tempat persemaian dikelilingi pagar plastik. Berikan pupuk NPK sebanyak 1 kg untuk 4 bedengan. Benih padi yang telah direndam selama 1 malam siap ditebar. Bibit padi siap pindah tanam saat berumur 18 hari. Sebelum ditanam, rendam bibit yang telah dicabut dalam larutan insektisida berbahan aktif karbofuran selama 2 jam dengan konsentrasi 1 gr/liter air. Daun bibit dibiarkan utuh, tidak dipotong seperti kebiasaan petani. Saat melakukan penanaman, lahan dalam kondisi macak-macak, tidak perlu tergenang air. Penanaman padi dilakukan dengan jumlah satu tanaman per titik tanam, menggunakan sistem jajar legowo 2-1, jarak 15 x 25 cm, lebar barisan legowo 50 cm. Keuntungan cara menanam padi sawah menggunakan sistem ini adalah memberikan ruang cukup untuk pengaturan air, mengoptimalkan cahaya matahari, pengendalian hama dan penyakit juga lebih mudah, serta pemupukan lebih berdaya guna. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Padi Sawah. Petunjuk PTT Padi Sawah, Badan Litbang Pertanian,2010