• Pilihlah bibit yang akan disemai adalah bibit yang kualitasnya tinggi yaitu bibit dari pohon induk yang sehat, ukuran besar dan bulat kuat serta padat, benih mempunyai aroma keras sebagai tanaman cengkeh.• Buat bedengan untuk naungan dengan lebar 1- 1,2 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan. Kanan kiri bedengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm. Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2 m dibagian selatan, intensitas cahaya 75%.• Benih dibenamkan pada media di polybag ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 tahun) atau ukuran 20 cm x 25 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 2 tahun) yang bagian bawahnya telah dilubangi 2,5 mm dengan jarak 2 x 2 cm. Media yang digunakan pasir halus, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, dan berikan 20- 25 kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam selama ± 2 minggu. Dan sebelum bibit ditanam siram tanah dengan pupuk cair 5 ml/lt air atau 0,5 tutup per liter air. -Kemudian susun polybag pada persemaian yang telah disiapkan.• Penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari. Penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam sebulan disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Intensitas naungan perlahan-lahan dikurangi secara bertahap hingga tinggal 40% saat bibit dipindahkan ke lapang.• Pemupukan dengan NPK dilakukan dengan dosis 10 gr/pohon/tahun atau dengan Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 3,5 gr/bibit/tahun . Pupuk tersebut diberikan tiap 3 bulan sekali sedangkan untuk yang didalam polibag diberikan sebanyak 1,5 bulan sekali.• Syarat bibit yang siap ditanam dilapangan adalah bibit yang sehat dan memiliki batang yang kokoh dengen percabangan yang kuat,daun lebat,tidak terserang hama dan penyakit, permukaan batang mulus dan berwarna kecoklatan serta berbatang tunggal. Tinggi rata-rata 25-30 cm pada umur 1 tahun dan 50-75 cm pada umur 2 tahun.(Ir.Soehardi K.W,MS). Sumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Perkebunan. www.mitrabibit.com