Loading...

SYARAT GUDANG DAN PENYIMPANAN PUPUK PADA TANAMAN TEBU

SYARAT GUDANG DAN PENYIMPANAN PUPUK PADA TANAMAN TEBU
Untuk menghindari kemungkinan terjadinyabahaya dan kerusakan akibat kurangdiperhatikannya persyaratan dan cara penyimpananpupuk, terutama yang berkaitan denganbangunan gudang, kemasan kantong pupuk, danteknik penyimpanan, berikut ini disajikan hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai pedoman,yaitu:a. Gudang tempat penyimpanan pupuk, persyaratan umum bagi gudang pupukkeringyang tidak termasuk kelompok berbahayaseperti urea, amonium sulfat (AS), superposfat(TSP, SP36 dab), diamonium posfat, dan pupukpupukkalium(KCI, K2S04 dsb), adalah sebagaiberikut:(1) Ventilasi gudang cukup baik, jikamungkinyang otomatis,(2) Lantai gudang harus bersih dan kering,(3) Udara di dalam gudang cukup kering (tidaklembab),(4) Atap gudang tidak boleh ada yang bocor,dan tempias air hujan hendaknya jangan sampai dapat masuk ke dalam gudang.Khusus untuk pupuk amonium nitrat yang disimpan sebagai pupuk curah, perlu puladiperhatikan syarat tambahan yaitu:(5) Tempatnya harus bersih dan bebas daribahan-bahan yang dapat mengkontaminasi amonium nitrat, seperti bahan kimiaorganik, cairan yang dapat terbakar, asam-asam korosif, khlorat, permanganat, danpotongan halus (serbuk) logam-logam. Jangan menempatkan bahan-bahansemacam itu di atas atau di bawah amonium nitrat, karena pecahnya wadah (container) dapat menjadikan campuran yang mengakibatkan bahaya kebakaran, (6) Tidak ada saluran (drains) di lantai gudangyang dapat dimasuki produk yang terjadiselama kebakaran. Gudang harus bebas dari pipa-pipa tungku perapian (stove), radiator,atau sumber panas lainnya, dan bahanbahanpeledak, (7) Hendaknya di bagian luar gudang tersedia hidran-kebakaran dengan selang yangcukup panjang sehingga dapat mencapai semua bagian yang terdapat pada gudang.Kemasan atau kantong pupuk, agar penyimpanan pupuk cukup "aman", hendaknya perIu diperhatikan masalah kemasan atau tempat (kantong) pupuk, yaitu:(1) Harus dijaga agar tetap dalam keadaan bersih dan kering, (2) Karung yang basah atau robek dan berisipupuk yang belum terkontaminasi, perlu segera diganti dengan kantong atau karung yang kering dan bersih dan ditutup Uahit)dengan baik sehingga tidak terjadi kebocoran, (3) Kantong yang robek dan isinya telahterkontaminasi, lebih baik disisihkandengan tempat atau kantong lain, untukkemudian dianalisis kandungan unsurharanya, dan disimpan tersendiri terpisahdari pupuk yang masih utuh.Masalah kemasan atau kantong pupuk ini,penting sekali untuk diperhatikan, Iebih lagi jikapupuk tersebut termasuk kelompok yangmembahayakan seperti pupuk amonium nitrat.Penyusunan dan penumpukan kantong pupuk, pupuk-pupuk yang tergolongtidakberbahaya biasanya disimpan dan diperlakukanbaik dalam keadaan curah(baik) maupunterkemas di dalam kantong atau karung.Biasanya pupuk-pupuk ini dipandang tidakmemerlukan peraturan khusus untuk penyim-panannya dan pengangkutannya. Namundemikian, dalam keadaan tertentu, misalnya dalam pengangkutan yang menggunakan conveyor,pemuat-timba (elevator bucket) dansejenisnya, sering pupuk ini menimbulkan debu.Di Amerika ada ketentuan baku jumlah debu dilingkungan kegiatan tidak boleh lebih dari 15 mgm-3 . Perlindungan kerja perlu mendapatperhatian agar para pekerja tidak terjebak pada keadaan yang demikian.Pupuk•pupuk yang dikemas dalam kantongatau karungjuga perlu perlakuan yang baikagar tidak terjadi hal-hal yang merugikan baik bagi pekerja maupun penggunanya. Oleh karenaitu sewaktu menyimpan pupuk, dalam pelaksanaanpenyusunan dan penumpukannya perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:(I) Bila penyimpanan dan penumpukanlangsung di atas lantai, hendaknyadigunakan penahan kelembaban (moisturebarrier) seperti plastik atau kertas berlapisaspal, (2) Karung atau kantong tidak ditumpuk lebihdari 6 atau 8 "lapis" tingginya, kecuali jikamenggunakan "pallet" dari kayu. Penumpukansemacam ini untuk mengurangikemungkinan terjadinya pemadatan(pembatuan), (3) Jika menggunakan pallet kayu, kantongdisusun 4-6 lapis tiap pallet. Tergantungukurannya tiap pallet dapat berisi 20-35kantong. Tinggi susunan dapat 4-5 pallet, (4) Penumpukan dan penyusunan kantong baik dengan atau tanpa pallet hendaknya tidakterlalu dekat dengan dinding. Jarak 75 cm dari dinding kiranya sudah eukup layak.Untuk pupuk yang membahayakan, misalnya amonium nitrat perlu pula perhatiantambahan, yaitu:(5) Jarak tumpukan dari dinding tidak boleh kurang dari 75 cm, dan jarak dari langitlangitharus lebih dari 90 cm. Lebartumpukan dibatasi hanya sampai 4,5 – 6 meter, (6) Lebar celah untukjalan di antara tumpukansekurang-kurangnya 75 cm, dan hendaknyadipelihara dalam keadaan bersih dari segalamacam kotoran, (7) Jangan sekali-kali menyimpan pupukjenisini berdekatan dengan sumber panas atauapi, karena timbulnya oksigen dari pupukjenis ini akan memacu berkobarnya api, (8) Jangan menyimpan pupukjenis ini bersamadengan senyawa-senyawa kimia organikseperti minyak disel, malam (wax) atau benda-benda cair organik yang lain yangmudah terbakar, asam-asam, serbuk-serbuklogam, belerang atau bahan-bahan lain yangdapat dan mudah meledak (eksplosif).Pengambilan dan pengeluaran pupuk, Dalam pengambilan dan pengeluaranpupuk untuk digunakan hendaknya diatur secarakronologis sesuai dengan urutan waktu penerimaanatau pemasukannya. Pupuk yangditerima atau masuk Iebih dahulu hendaknyajuga dikeluarkan atau dipakai lebih dahulu. Halini untuk menghindarkan kemungkinan adanyapupuk yang sudah terlalu lama (sampai 5 tahunatau lebih misalnya) tidak dikeluarkan ataudigunakan.Dengan memperhatikan hal-hal tersebut,dapat diharapkan pupuk yang disimpan akantetap mempunyai nilai dan mutu yang tidakberubah, baik sifat fisik maupun kimianya. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.