Secara umum, dalam upaya penghematan/ efisiensi penggunaan air untuk pertanian hendaknya diterapkan mulai dari perencanaan sampai dalam aflikasi pemberian air, termasuk jenis tanaman yang akan diusahakan.A. Penentuan cara/ sistim aplikasi irigasi; untuk agar efektif dan efisien perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut: 1. Kondisi Alam, anatara lain ditentukan oleh a). Jenis tanah / tekstur tanah, b). Kemiringan, c). Iklim, d). Ketersediaan air, e)Kualitas air . 2. Jenis tanaman ; Irigasi permukaan dapat digunakan untuk semua jenis tanaman. Irigasi sprinkler dan tetes, karena perlu biaya investasi dan operasi/pemeliharaan yang besar hanya cocok untuk mengairi tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. 3. Jenis teknologi; Jenis tehnologi yang digunakan untuk irigasi tetes dan sprinkler lebih canggih dari irigasi permukaan. oleh karena itu dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan dana dan kemampuan sumber daya manusia yang ada. 4. Kebiasaan/ pengalaman petani; Metoda irigasi yang dipilih juga sangat ditentukan oleh kebiasaan/pengalaman petani setempat, meningkatkan kwalitas metoda yang telah ada akan lebih mudah diterima oleh petani. 5.Tenaga; Pada irigasi permukaan umumnya memerlukan tenaga yang lebih banyak dari pada irigasi sprinkler ataupun tetes, terutama untuk konstruksi, operasi dan pemeliharaan. 6. Analisa ekonomi; Metoda yang akan dipilih sangat tergantung dari hasil analisa ekonomi ini yang paling menguntungkan. Analisa biaya ini tentu saja termasuk biaya awal, operasi dan pemeliharaannya. B. Sistem aplikasi irigasi tepat guna; Sistem aplikasi irigasi tepat guna tersebut adalah sebagai berikut: 1. Irigasi basin ; Basin adalah lahan yang datar dan dikelilingi oleh galengan. ,paling umum untuk mengairi tanaman padi. Bentuk basin dilahan yang datar umumnya empat persegi panjang atau bujur sangkar, bila memungkinkan dilakukan perataan tanah sesuai persyaratan yang diperlukan. Irigasi sistim genangan/ leb (basin), diperuntukkan bagi tanaman padi, jagung, kedelai, jeruk, mangga, apel, dan sebagainya. Sistem leb dapat digunakan untuk mengairi tanaman secara berkelompok maupun secara individual/ setiap tanaman (individual basin). 2. Irigasi border; Lahan yang diairi dengan cara border dibagi kedalam lajur lajur miring kecil dan di pinggir lajur ini dibuat galengan yang sejajar/tanggul border. Irigasi border paling sesuai untuk lahan dengan kemiringan kurang dari 0,5%. 3. Irigasi penyiraman, umumnya dilakukan melalui penyiraman langsung ke tanamannya dengan alat penyiram sederhana. 4.Irigasi gentong (pitcher irrigation); Terutama pada lahan-lahan pasiran, pemberian air dengan menempatkan gentong berisi air dari tanah liat (diberikan penutup bagian atasnya) biasa dilakukan karena dapat mengairi tanaman didekatnya dengan cukup efektip dan efisien. 5. Irigasi botol ; berisi air dipasang terbalik yang ditanam dalam tanah; Penempatan botol berisi air dengan mulut botol di bagian bawah adalah dekat daerah perakaran. 6.Irigasi bawah permukaan (subsurface irrigation); Sistem irigasi bawah permukaan yang paling sederhana adalah dengan menggunakan pipa-pipa dari tanah liat. Air dialirkan kedalam jaringan pipa-pipa dari tanah liat yang dipasang sesuai dengan larikan tanamannya; 7. Irigasi penetes sederhana; Irigasi dengan alat penetes sederhana ini banyak digunakan oleh banyak petani di beberapa daerah, dan bila penempatannya benar cara ini cukup efisien dan berfungsi sebagai reservoir/ penampungan air. Pola pembasahan dari pipa plastic yang dilubangi pada`salah satu sisinya dan dipasang tegak lurus di daerah perakaran. 8. Irigasi jaringan pipa; Untuk mengurangi kehilangan air selama penyaluran sebagai akibat adanya penguapan, seepage, perkolasi, run off, bocoran, dan sebagainya irigasi dengan system perpipaan dapat digunakan sebagai alternatif. C. Sistem aplikasi irigasi inkonvensional/ modern; Pada umumnya system aplikasi irigasi inkonvensional ini merupakan model irigasi bertekanan dimana untuk beroperasinya, system irigasi harus mempunyai tekanan tertentu, yang diperoleh melalui gaya gravitasi maupun dari pompa, dengan bebrapa jenis sbb: 1.Irigasi tetes; adalah pemberian air secara perlahan-lahan, diatas atau didalam tanah dengan cara tetesan permukaan, tetesan bawah permukaan, gelembung (bubbler), semprotan, gerakan mekanis dan denyutan (pulsa). Keuntungan dari pemanfaatan irigasi tetes adalah lebih mudah dalam pengelolaan, menghemat tenaga kerja, menghemat air irigasi (hanya membasahi daerah perakaran), cocok untuk mengairi tanah-tanah yang porositasnya sangat tinggi. Pemanfaatan irigasi tetes ini hanya sesuai untuk tanaman yang ditanam secara individual atau larikan. 2. Irigasi sprinkler; Tetesan air yang jatuh dari nozle pada umumnya kecil, ukuran yang lebih besar berasal dari nozle yang lebih besar. Irigasi sprinkler dapat menciptakan iklim mikro yang dapat berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman, terutama pada kondisi lahan yang panas kelembaban dapat berfungsi menyerap panas sehingga tanaman dapat tumbuh optimal. Dalam membuat perancangan irigasi sprinkler beberapa hal berikut perlu diperhatikan: a).Tipe sprinkler, debit dari nozle dan luas pembasahan yang paling sesuai untuk tanaman yang bersangkutan. b). Tekanan pada saat beroperasi, yang tersedia atau yang dapat diatur. Adapun tujuan dari penggunaan irigasi sprinkler adalah untuk memberikan air dalam jumlah tertentu ke lahan pertanaman secara seragam dengan melalui nozle, sehingga kedalaman pemberian air di seluruh lahan pertanaman tersebut sama. Untuk tujuan tersebut perlu diperhatikan: i. Tekanan operasi (operating pressure), dan ii. Laju aplikasi atau presipitasi (application rate). Adapun 3. Jenis jenis sprinkler, dapat dibagi atas ketergantungan dari gerakan air yang diteteskan, sprinkler dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Oscillating sprinkler; Jenis sprinkler ini merupakan pipa yang diletakkan secara mendatar dan berosilasi pada sudut tertentu. b.Whirling sprinkler. Kebanyakan digunakan di kebun-kebun yang sempit, dan berputar akibat adanya tekanan air, c.Revolving sprinkler (impact sprinkler); Perputaran sprinkler terjadi karena pengaruh pukulan yang dihasilkan dari semburan air dari nozle dan setelah memukul driving head, kembali lagi dengan bantuan tegangan dari per. d. Spray sprinkler; Untuk jenis ini jarak lemparan air lebih kecil dibandingkan dengan jenis sebelumnya. e..Mini sprinkler atau mikrojet; Ini merupakan jenis sprinkler yang beroperasi dengan kapasitas rendah, yang kebanyakan menggunakan prinsip seperti pada tipe whirling atau spray sprinkler. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : ali_bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Bahan Penyuluhan Pertanian, Mendukung Pertanian ramah Lingkungan. 2013. Direktorat Pengelolaan Air irigasi, Direktorat jenderal Prasarana dan sarana Pertanian.