System Terasering Sangat Cocok Diterapkan Untuk Lahan Pertanian di Gayo Lues
Di tinjau dari letak giografi dan Potensi yang ada , lahan Pertanian di Kabupaten Gayo Lues sangat cocok di berlakukan metode terasering, karena Kabupaten ini merupakan Daerah pegunungan dan perbukitan. Terasering adalah salah satu upaya untuk mencegah terjadinya erosi. Metode ini sering di gunakan untuk daerah-daerah atau kawasan berbukit dan pegunungan, pungsinya dapat menghambat terkikisnya tanah dan unsur hara oleh aliran air. Sehingga kabupaten Gayo Lues yang merupakan daerah pertanian sangat cocok menerapkan hal ini, di samping lahanya yang miring mudah untuk ditata bertingkat dan juga memiliki lahan yang cukup luas yang belum di pungsikan Lahan Pertanian untuk 11 kecamatan di Wilayah Kabupaten Gayo Lues sangat berpotensi untuk di terapkan system terasering ini, terutama untuk lahan kering, karena setiap kecamatan sejauh mata memandang memiliki lahan yang berbukit dan pegunungan. Apa bila kita berkeliling menijau lahan pertanian di kabupaten ini, rata-rata petani bercocok tanam di lereng pegunungan terlebih antuk tanaman tahunan, system ini bisa di berlakukan untuk semua jenis budidaya tanaman. Terasering ini suatu konsep yang digunakan dengan system mengolah lahan yang bertingkat-tingkat. Lahan yang paling cocok dan pas digunakan untuk terasering iyalah lahan yang miring seperti perbukitan dan gunung. konservasi dan tingkatan tanah ini sejajar dengan garis kontur alam supaya bisa mencegah erosi. Erosi yang berlangsung secara terus-menerus akan berakibat fatal bagi para Petani. Karena hilangnya sumber daya alam yang ada dan tingkat kesuburan tanah juga akan semakin buruk karena berkurangnya unsur hara yang tersedia.hal seperti ini biasanya ditemukan didaerah perbukitan. Bentuk tanah atau lahan yang miring akan memudahkan kita untuk membuat konsep penataan , karena tinggal menyusaikan derajat kemiringan lahan tersebut. Di seluruh kecamatan di Kabupaten Gayo Lues ini tidak ada satu kecamatanpun tidak cocok dengan system tersebut, karena lahan di Kabupaten ini rata-rata miring bahkan kemiringanya bisa mencapai 45 derajat. Namun demikian bukan berarti lahan yang letaknya datar ataupun sawah tidak bisa digunakan untuk membuat bedengan ataupun petakan yang bertingkat-tingkat, lahan kering maupun lahan basah bisa di berlakukan system terasering ini. Ada banyak keutungan jika menggunakan konsep seperti ini. Hanya saja utuk daerah yang datar, lebih banyak membutuhkan lahan untuk mengaplikasikan terasering ini. Memang Untuk proses koservasi lahan ini lebih lama memakan waktu dan biaya, akan tetapi hanya di pembangunan awal, untuk kedepabya akan menguntungkan bagi pemilik lahan ataupun Petani.(SYUKRI PPL WKPP Kecamatan Kutapanjang Kab Gayo Lues)