Tanaman Jagung merupakan salah satu komoditas yang dipacu peningkatan luas tanam dan produktivitasnya. Dan juga tanaman jagung merupakan salahsatu dari tiga komoditas selain padi dan kedelai yang termasuk dalam program Upaya Khusus (UPSUS) Pajale, peningkatan produksi dan produktivitasnya dalam upaya mensukseskan kedaulatan pangan di tahun 2017.Dalam upaya mensukseskan program UPSUS Pajale tersebut pemerintah telah menempuh langkah-langkah, antara lain : penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersedian benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga ), bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya.Selain itu guna mewujudkan program UPSUS PAJALE (Padi, Jagung dan Kedelai) pemerintah telah menggelontorkan pembiayaan yang sangat besar. Dukungan biaya tersebut di antaranya adalah untuk memfasilitasi atau meningkatkan kapasitas balai penyuluhan kecamatan (BP3K). Oleh karena itu, Balai Penyuluhan Kecamtan dijadikan sebagai Pos Simpul Koordinasi (Posko) Pelaksana Upsus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai di tingkat Kecamatan, dalam rangka mempercepat swasembada pangan dan kedualatn pangan.BP3K merupakan kelembagaan penyuluhan tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai pos simpul koordinasi (posko) dalam pengawalan dan pendampingan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Secara garis besar peran BP3K tersebut meliputi: (1) peran sebagai database dan gerakan upsus pajale, (2) peran sebagai kafetaria materi dan metoda penyuluhan, dan (3) peran sebagai pusat diseminasi teknologi pajale. Peran BP3K sebagai pusat desiminasi teknologi pajale dapat dilakukan dengan cara, antara lain kegiatan latihan di BP3K, kunjungan penyuluh di kelompoktani, rembug tani, kursus tani, demontrasi/percontohan, hari temu lapangan (FFD), dan kegiatan penerapan metoda penyuluhan lainnya.Teknologi yang diterapkan pada pelaksanaan Upsus PAJALE merupakan teknologi yang telah terekomendasi dan teruji dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas dimaksud. Untuk memberikan keyakinan kepada para petani agar tidak ragu-ragu dalam menerapkan teknologi tersebut, maka diperlukan kegiatan diseminasi teknologi yang bertujuan: (a) meningkatkan adopsi dan inovasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian; (b) penyebaran paket teknologi unggul yang menghasilkan nilai tambah bagi pengguna; dan (c) penyebarluasan materi penyuluhan yang telah teruji tersebut melalui media tercetak maupun media elektronik.Selaras dengan peran BP3K sebagai pusat desiminasi teknologi pajale, di BP3K Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada MT Oktober 2015 s.d Maret 2016 telah melaksanakan kegiatan Percontohan (Demplot) tanaman Jagung seluas 0,2 Ha di Lahan BP3K. Adapun paket teknologi yang diterapkan dalam percontohan tanaman Jagung tersebut, antara lain adalah :1. Penggunaan varietas unggul, Bisi 182. Pengolahan tanah sempurna3. Pemupukan berimbang spesifik lokasi (pupuk kandang, Urea, NPK Phoska, dan Organik cair)4. Pengendalian hama/penyakit ramah lingkungan sesuai dengan konsep PHT. Tepat pada tanggal 10 Maret 2016 dilakukan panen perdana sekaligus syukuran panen kegiatan percontohan/Demplot tanaman jagung tersebut. Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kabupaten Banjar, Ir. H. Eddy Hasby, MP berkesempatan hadir sekaligus melaksanakan panen perdana tanaman Jagung. Di acara panen perdana ini juga dihadiri oleh Seluruh Penyuluh Pertanian di BP3K Kecamatan Martapura, Penyuluh Pertanian Swadaya, seluruh Kepala BP3K se-Kabupaten Banjar, Mantri Tani, Babinsa, serta perwakilan dari Kelompok Tani di Kecamatan Martapura.Di kesempatan acara panen perdana tersebut Kepala Bapeluh Kabupaten Banjar menyampaikan dan berharap, agar kegiatan-kegiatan percontohan/demplot di lahan BP3K terus ditingkatkan dan bisa dilaksanakan di BP3K Kecamatan lainnya, disesuaikan dengan komoditas unggulan spesifik lokasi. Dan beliau juga mengingatkan dalam penerapan teknologi dalam kegiatan percontohan/demplot merupakan hasil rekomendasi dari hasil penelitian dan pengkajian dari instansi atau lembaga resmi yang berwenang dalam pelaksanaan penelitian dan pengkajian. Selain itu hasil dari percontohan/demplot yang telah dilaksanakan agar ditularkan dan disebarluaskan oleh Penyuluh Pertanian ke Petani dan Kelompoktani di wilayah Binaan masing-masing. Sehingga peran BP3K Kecamatan sebagai Pusat desiminasi teknologi berfungsi sebagaimana yang diharapkan.Dari hasil ubinan seluas 2,5 X 2,5 M2 pada tanaman jagung percontohan/Demplot di BP3K Kecamatan Martapura tersebut di peroleh hasil sebagai berikut :? Jumlah lubang tanam : 39 lubang tanam? Jumlah tongkol : 50 tongkol? Hasil ubinan (tongkol basah) : 8,7 Kg? Produktivitas (ton/Ha) pipil kering : 7,90 ton/ha.Melihat hasil produktivitas kegiatan percontohan/demplot tanaman Jagung di Lahan BP3K Kecamatan Martapura ini dibandingkan dengan hasil produktivitas yang selama ini dihasilkan petani di Kecamatan Martapura yang rata-rata produktivitas maksimal sebesar 6,2 ton/Ha, terjadi kenaikan sebesar 1,7 ton/Ha.Dengan demikian paket teknologi yang diterapkan dalam percontohan tanaman jagung yang telah dilaksanakan di lahan BP3K Kecamatan Martapura dapat disebarluaskan kepada petani atau kelompoktani, sebagai salah satu alternatif penerapan paket teknologi yang akan diterapkan dalam berusahatani tanaman jagung di petani. Dalam rangka mendukung dan mensukseskan UPSUS Pajale terutama komoditas jagung, dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitasnya. Ditulis oleh : RIFANI HERNADI, S.PtPENYULUH PERTANIAN BP3K KEC. MARTAPURA KOTA