Yang menjadi permasalahan dalam pengembangan tanaman padi saat ini antara lain adalah keterbatasan tenaga kerja, harga sarana produksi semakin mahal, lahan sawah berkurang, dan ketersediaan air semakin terbatas. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi budidaya padi tanam benih langsung (Tabela). Teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas, biaya produksi rendah, hemat penggunaan air dan umur panen lebih cepat sehingga meningkatkan pendapatan petani. Teknologi tanam benih langsung (Tabela) pada tanaman padi sudah sangat dikenal oleh petani di BPP Ceper Kabupaten Klaten pada umumnya, dalam mengadopsi suatu teknologi pasti akan disesuaikan dengan kondisi budaya, social dan ekonomi petani di suatu wilayah begitu juga oleh Suparno dan beberapa petani yang berasal dari desa Meger BPP Ceper ini. Suparno memodifikasi alat tabela dengan sederhana yaitu menggunakan papan sepanjang 2 meter, di bawah papan dipasang kayu reng untuk membuat alur tempat jatuhnya benih padi yang jaraknya disesuaikan dengan jarak tanam yang dikehendaki antara 20 – 25 cm ataupun dengan jarak tanam jajar legowo sedangkan di atas papan diberikan dudukan untuk meletakkan paralon tempat benih ukuran 3”, paralon tempat benih diberi lubang di bagian samping untuk keluarnya benih dan diberi tali tambatan ke dudukan yang bahannya dari karet sehingga dapat bergerak atau diputar 90o untuk menjatuhkan benih dari dalam paralon dengan cara menarik tali yang dihubungkan ke paralon, satu unit alat tabela ini hanya menghabiskan biaya ± Rp. 250.000,- jika menggunakan alat tabela keluaran dari pabrikan petani harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah. Petani merasa lebih puas menggunakan alat sederhana ini dibandingkan dengan atabela keluaran pabrikan karena selain harga pembuatannya yang jauh lebih murah, praktis dan lebih ringan bila di bawa ke lahan dan jatuhnya benih lebih teratur baik dalam tanah yang sangat berlumpur maupun tanah yang agak padat, sedangkan kelemahan alat ini adalah pada saat penjatuhan benih petani harus memutar paralon 90o dengan cara menarik tali yang dihubungkan ke paralon. Tabela merupakan cara tanam padi tanpa melalui persemaian maupun pemindahan bibit, benih langsung ditabur pada lahan sawah yang telah diolah dengan baik. Untuk memperoleh hasil yang optimal, Tabela harus didukung dengan pengelolaan tanaman secara terpadu seperti varietas unggul baru potensi hasil tinggi, pemupukan berimbang, pupuk hayati, biodekomposer, pengelolaan air, serta pengendalian OPT (Organisme Pengganggu tanaman) secara terpadu sehingga daya adaptasi bibit tanaman lebih baik dan pertumbuhan awal akar lebih cepat. Tanam benih langsung (Tabela) mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan system tanam pindah (tapin) antara lain umur panen lebih cepat 10 – 15 hari karena bibit padi tidak mengalami setagnasi, penanaman mudah dan praktis bila tanam secara tradisional membutuhkan tenaga kerja 10 - 15 orang dengan waktu 6 - 7 jam/hektar maka dengan menggunakan teknologi tabela cukup menggunakan 3 – 4 orang dalam waktu yang sama, hemat biaya, hemat tenaga, dan hemat benih. Benih yang digunakan hanya 25 – 35 kg/ha. Tabela juga lebih efisien sehingga biaya produksi lebih murah dan keuntungan petani pun lebih besar. Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman padi yang optimal, sebelum disebar sebaiknya benih diberi perlakuan khusus (seed treatment), sebagai usaha imunisasi terhadap serangan hama dan penyakit dan merangsang pertumbuhan akar. Dengan cara ini pertumbuhan akar lebih cepat sehingga mampu bersaing dengan gulma untuk memperebutkan unsur hara. Sudah banyak produk kimiawi seperti itu yang beredar di toko-toko pertanian. Pada sistem tabela biasanya gulma lebih dominan. Sifat gulma yang lebih mudah tumbuh dapat mengalahkan pertumbuhan tanaman padi di lahan sistem tabela. Kalau di lahan sistem pindah-tanam, yang ditanam adalah bibit padi yang sudah tumbuh, sementara biji-biji gulma yang ada di lahan belum tumbuh. Jadi pertumbuhan gulmanya lebih terlambat. Untuk mengatasinya bisa dengan cara manual atau dengan cara kimiawi menggunakan herbisida padi, baik herbisida pra tumbuh maupun purna tumbuh. Pemupukan, pengendalian gulma, pemberian air dan pemeliharaan pada tanam system tabela sama dengan system tanam pindah, sudah terbukti dengan tanam system tabela dapat mengurangi biaya produksi seperti benih dan tenaga tanam sedangkan produktifitas juga lebih tinggi karena jumlah anakan produktif lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Ditulis : Lilik Imam S, SP Penyuluh Pertanian Kec. Ceper Kab. Klaten.