Loading...

Tahapan Kegiatan Pembibitan Tanaman Teh dengan Stek Daun

Tahapan Kegiatan Pembibitan Tanaman Teh dengan Stek Daun
Tahapan Kegiatan Pembibitan Tanaman Teh dengan Stek Daun Morfologi Tanaman Teh Tanaman teh merupakan tanaman subtropis yang sejak lama telah dikenal dalam peradaban manusia.Penanaman botani tanaman ini memiliki sejarah sendiri. Dalam buku Species Plantarum, menamakan tanaman ini sebagai Thea sinensis. Kemudian, selama bertahun-tahun, diperkenalkan dua nama ilmiah oleh para ahli botani, yaitu Camellia thea di India dan Sri Lanka dan Cohen Stuart dari Indonesia menggunakan nama Camellia theiufera. Tetapi sekarang terdapat ke-seragaman nama ilmiah untuk tanaman ini yaitu Camellia sinensis (L) yang di-perkenalkan oleh O. Kuntze (Eden, 1956). Tanaman teh termasuk marga (genus) Camelia dari famili Theaceae. Klasifikasi Tanaman TehMenurut Graham (1984), tanaman teh (Camellia sinensis) diklasifikasikan sebagai berikut.Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Sub Kelas : Dialypetalae Ordo : ClusialesFamilia : Theaceae Genus : Camellia Spesies : Camellia sinensis Syarat Tumbuh Tanaman TehIklim untuk budidaya teh yang tepat yaitu dengan curah hujan tidak kurang dari 2.000 mm/tahun. Tanaman memerlukan matahari yang cerah. Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25o C.Kelembaban kurang dari 70%. Untuk media tanamnya jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andasol, Regosol, dan Latosol. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah podsolik (Ultisol), Gley Humik, Litosol, dan Aluvia. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal, struktur remah, berlempung sampai berdebu, dan gembur. Derajat kesamaan tanah (pH) berkisar antara 4,5 sampai 6,0. Berdasarkan ketinggian tempat, kebun teh di Indonesia dibagi menjadi tiga daerah yaitu dataran rendah sampai 800 m dpl, da-taran sedang 800-1.200 m dpl, dan dataran tinggi lebih dari 1.200 m dpl. Per-bedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh. Ketinggian tempat tergantung dari klon, teh dapat tumbuh di dataran rendah pada 100 m dpl sampai ketinggian lebih dari 1000 m dpl (Setyamidjadja, 2000).Pembibitan menggunakan stek merupakan cara yang paling cepat untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah yang banyak, dan jenis klon yang ditentukan dapat dipastikan sifat keunggulannya sama dengan induknya. Untuk memperoleh hasil pembibitan setek berupa setek bibit yang baik, diperlukan adanya perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang baik dan tepat waktu. Media tanah untuk setek terdiri dari tanah lapisan atas (topsoil) dan lapisan bawah (subsoil). Syarat-syarat subsoil yang baik adalah mengandung liat yang relatif tinggi sehingga dapat menahan ataupun menyerap air lebih lama, kan-dungan pasir tidak boleh lebih dari 30%, dan bahan organik maksimal 10%. Serta pH ta-nah 4,5 – 5,6. Mengingat pentingnya penggunaan media yang steril untuk persemaian guna untuk membantu terciptanya bibit yang sehat dan layak untuk dikem-bangkan. Karena suatu kondisi media persemaian merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberberhasilan ataupun kegagalan bibit yang dihasilkan.Polibag yang digunakan ada dua, dengan ukuran yang sama yaitu polibag dengan warna hitam dan putih. Tiap polibag memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Polibag bewarna putih memiliki kelebihan yaitu dapat melihat perkembangan akar tanaman secara visual karena terlihat dari luar, namun polibag ini lebih mudah rusak bila diangkat dibanding dengan polibag warna hitam. Polibag ini disusun di dalam bedengan yang terletak di dalam naungan pembibitan. Dalam setiap bedengan jumlah tanaman sebanyak 300-500 tanaman tergantung kondisi lapangan atau kebutuhan. Ranting stek diambil berumur 2-3 bulan setelah pangkas, diambil dari induk tanaman yang memiliki keunggulan. Ranting mulai berkayu dan berwarna coklat, dalam satu batang hanya 3 stek daun yang dapat digunakan. Kalus yang terlalu mudah tiidak baik karena masih sangat rentan bila diremajakan atau dikembangkan, beigitu juga jika terlalu tua. Posisi ranting stek (stekres) tegak lurus (vertikal) dan harus hati – hati setiap melakukan kegiatan ini. Pembuatan naungan pembibitan• Ukuran naungan pembibitan adalah 20 x 25 m dengan tinggi 2 m, tergantung pada kebutuhan jumlah bibit yang akan dibuat• Naungan terbuat dari paranet. Sementara tiang terbuat dari bambu• Lebar bedengan 90-100 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Dalam satu bedengan dapat menampung 500-1000 tanaman.• Rangka sungkup terbuat plastik UV ketebalan 0,5 mm bewarna putih dengan tinggi lengkungan 70-80 cm, dengan panjang sungkup 6-7 m, sungkup lebih pendek lebih baik. Sungkup berfungsi menjaga kelembaban bibit tanaman teh agar tidak terjadi penguapan, jangan sampai udara masuk agar terhindar dari hama dan penyakit dan keadaan lingkungan.• Ketika disungkup selama 2-3 hari jika terdapat embun maka sudah baik untuk pembibitan. Bibit yang sudah disungkup kemudian dilatih, atau memasuki proses aklimatisasi dimana bibit akan diberi cahaya matahari yang berangsur-angsur mendekati intensitas yang tinggi. Pada usia 5 bulan sungkup dibuka pada tahapan banyak tanaman yang tidak berhasil, keberhasilannya sangat kecil untuk itu diperlukan ketelitian dalam pengerjaannya, karena tidak semua orang dapat melakukan teknik ini. Pembibitan dilakukan selama 12 bulan ( 1 tahun ), bibit tanaman teh dapat dipindahkan kelapangan bibit juga harus disortir. Secara visual bibit yang sudah siap dipindahkan kelapangan adalah sebagai berikut :- Daun sudah mencapai 4-5 helai- Tinggi bibit 20-30 cm- Batang terlihat baik dan tumbuh optimal ( seragam )Bibit sudah siap untuk dibawah kelapangan kemudian ditanam. Jarak tanam yang digunakan adalah 60 x 140 x 100 cm. Berikut jarak tanaman dilapangan : 100 cm 140 cm X X X X60 cm X X X X Demikan sedikit informasi mengenai Tahapan Kegiatan Pembibitan Tanaman Teh dengan Stek Daun, semoga sedikit informasi ini bermanfaat bagi petani. Jaya Petani Indonesia. Admin : Anna Susanto, A.Md