Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi sawah adalah dengan menggunakan benih berlabel. Untuk itu Dinas Pertanian Kabupaten Ende berupaya menyiapkan benih berlabel yang merupakan produksi penangkar lokal. Melaui penangkar lokal binaan Dinas Pertanian, tahun ini kebutuhan benih kabupaten Ende yang didanai oleh APBN 2020 sebanyak 88,750 ton, semuanya dapat disiapkan oleh penangkar lokal yang tersebar di Kecamatan Wewaria dan Maurole. Berangkat dari pengalaman tahun 2019 yang mana bantuan benih APBN tidak terserap akibat ketersediaan benih berlabel tidak ada. Penangkar lokal tidak bisa membudidayakan padi calon benih akibat dari langkahnya benih label ungu. Kejadian tersebut memicu Dinas pertanian untuk dapat memfasilitasi penangkar lokal untuk bisa mendapatkan benih label ungu dan mengawal program penangkar benih yang bersumber dari APBD I dan APBD II secara intensif sehingga proses penangkaran benih berjalan efektif dan mampu menyiapkan benih sesuai kebutuhan untuk musim tanam Okmar 2020/2021. Kepala Dinas Pertanian kabupaten Ende, Ir. Marianus Aleksander mengatakan berdasarkan data yang ada bahwa untuk MT I benih yang dihasilkan sebanyak 65 ton, dan calon benih yang sementara dipanen sebanyak 10 ha diperkirakan dapat menghasilkan benih minimal 40 ton sudah bisa digunakan diawal Desember 2020 guna menyongsong musim tanam Okmar 2020/2021. Kebutuhan benih untuk musim tanam Okmar terdiri dari padi sawah seluas 2750 ha sebanyak 68,750 ton dan padi ladang seluas 500 ha sebanak 20 ton, total kebutuhan benih yang didanai oleh APBN sebanyak 88,750 ton, dan yang sudah disalurkan ke petani penerima sebanyak 50, 875 ton. kita pastikan bahwa kabupaten Ende mampu menyiapkan benih sesuai kebutuhan dan dipastikan juga kita surplus benih. Pada kesempatan yang sama beliau juga mengatakan bahwa sejak awal musim tanam kita sudah bekerja keras untuk menyiapkan calon petani dan calon lokasi agar proses penangkaran dapat berhasil, sehingga cita cita kami untuk mandiri benih akhirnya bisa tercapai. Ini merupakan kerja keras Dinas Pertanian dan jajarannya dan ini adalah suatu prestasi dan kami tetap berusaha supaya ditahun berikutnya kami tetap mandiri benih bahkan kami punya target supaya bisa memasok kebutuhan benih untuk kabupaten lain di NTT. Benih padi sawah yang dihasilkan berasal dari Kecamatan Wewaria sebanyak 55 ton yang sudah dan siap disalurkan sementara dari Kecamatan Maurole sebanyak 10 ton juga sudah disalurkan, sementara yang ditanam di musim Tanam Asep ini sementara dipanen yang berada di desa Fataatu Kecamatan Wewaria dengan produktivitas mencapai 8,5 ton GKP/ha (Felix Meko/Koordinator BPP welamosa)