Loading...

TALAS DAN CARA MEMBUDIDAYAKANNYA

TALAS DAN CARA MEMBUDIDAYAKANNYA
Tanaman Talas mempunyai kandungan gizi yang sangat penting diantaranya adalah Thiamin, zat besi, riboflavin, fosfor, Vitamin B6 dan C, zinc, niacin, tembaga, potassium, serat, dan juga mangan. Namun demikian perlu diingat bahwa tumbuhan talas ini juga memiliki kandungan asam oksalat, maka dari itu ada baiknya untuk menghindari mengkonsumsi umbi ini oleh mereka yang memiliki gangguan ginjal, rematoid arthritis, ataupun gout. Bila tidak, maka penyakit yang kita derita itu akan menjadi jauh lebih parah. Ada beberapa tahapan untuk melakukan budidaya talas diantaranya: pengolahan tanah, pemilihan benih, penanaman, pemupukan, penyiraman, pnyiangan dan pembumbunan, pembuangan anakan dan stolon, dan pembuangan bunga. Untuk penanaman bibit talas dilahan terbuka sebaiknya dilakukan pada waktu awal musim penghujan, karena tanaman talas sangat rentan dengan kekeringan. Apabila dalam penanam kekurangan air 2-3 hari maka bibit bisa mengalami kematian. Untuk lebih jelas tahapan-tahapn tersebut akan dibahas satu persatu di bawah ini. Pengolahan Tanah; Pengolahan tanah bisa menggunakan alat seperti cangkul, garpu, atau mesin traktor, tanah diolah sampai gembur dengan kedalaman 20-30 cm. selain itu, pengolahan tanah dimaksudkan untuk menyingkirkan rumput-rumput dan tanaman liar. Kemudian setelah proses pembajakan sebaiknya tanah dibiarkan selam 3 hari, hal ini supaya proses pelapukan dan oksidasi bahan organic berlangsung lebih sempurna. Setelah itu tanah kemudian diratakan dan sekaligus pemberian jarak tanam yang disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Barisan sebaiknya mengarah ke timur agar matahari bisa menyinari tanaman secara merata. Barisan juga bisa dibuat bedengan dengan ketionggian gundukan 20 cm. Pemilihan Benih; Ada beberapa cara untuk mengembangbiakan talas, diantaranya : dari biji, jaringan, anakan dan stolon, bonggol, dan mata tunas umbi. Anakan bisa didapatkan dari tunas-tunas yang tumbuh berdekatan dengan pangkal pohon induk yang sudah dewasa atau dari ujung-ujung stolon. Anakan yang akan dijadikan bibit harus sudah cukup besar, umbinya sudah mulai berkembang dan tingginya 60-70 cm. Pemupukan; Pemupukan awal dilakukan sebelum bibit ditanam. Pupuk kandang atau kompos sangat baik untuk pupuk awal, berikan satu cangkul pupu pada setiap lubang. Pemupukan juga bisa diberikan dengan pupuk anorganik yang mengandung fosfat (TSP, dll) kalium (KCl, dll) sebagai tambahan. Dosis yang diberikan 125 kg TSP dan 150 kg KCl, selain itu pupuk dengan unsur P da K bisa diberikan. Setelah itu diberikan pemupukan kedua sekitar 4 minggu setelah penanaman, dengan pupuk urea dengan dosis sekitar 2 sendok makan per pohon atau 75 kg/ha. Pemupukan terakhir diberikan ketika tanaman suda berumur 3 bulan dari penanaman. Pemupukan bisa diberikan pupuk urea dengan dosis 75 kg/ha dan KCl 150 kg/ha Penyiangan dan Pengairan; Penyiangan sangat penting untuk menjaga proses pertumbuhan talas agar tetap baik, karena kalau gulma atau rumput disekitar tumbuh akan merebut jatah makanan tanaman talas. Proses penyiangan dilakukan 3 bulan setelah penanaman dilakukan. Untuk menjaga kelembaban tanah dan supaya tanah subur, maka lahan disekitar perakaran bisa diberi mulsa berupa jerami, potongan rumput kering, dedaunan, dan lain-lain. Jika tidak turun hujan maka talas harus disiram secara teratur. Jika kekurangan air, talas bisa terganggu pertumbuhannya dan sulit untuk dipulihkan lagi, meskipun disiram dengan air yang banyak. Hama dan Penyakit; Belalang daun : penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida dan menjaga kebersihan di areal tanam. Ulat daun : penanggulangannya dengan menyemprotkkan pestisida, diantaranya Carbaryl, Dichorvos, Kuinalfos, Disulfan, dll. Tungau : penanggulanggannya dengan menyempprotkan pestisida, seperti Azodrin, Galectron, Hawar daun : penanggulangannya dengan menyemprotkan pestisida, menjaga kebersihan diarea tanam, dan membakar daun yang terserang. Busuk umbi : penanggulangannya dengan memilih bibit yang sehat tidak infeksi, rendam bibit dalam air yang diberi fungisida, memisahkan tanaman yang sakit atau dimusnahkan, jangan mengambil air dari lahan yang terinfeksi, dan apabila serangan cukup hebat, maka lahan jangan ditanami talas selama 3 musim tanam. Sumber : Ir. Purwono MS, Ir. Purnamawati, MSc.MAgr. Budidaya 8 jenis Tanaman pangan unggul. penebar swadaya Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id