Keasaman tanah biasanya terdapat disemua daerah dengan curaha hujan cukup tinggi sehingga cukup banyak basa dapat tertukar, terlindi dari lapisan permukaan tanah. Keasaman tanah dan keadaan unsur haranya adalah akibat dari kekurangan kation logam dapat tertukar. Banyak kation terabsorpsi ini mengendalikan persentase kejenuhan basa dan dengan demikian secara tidak langasung menentukan konsentrasi ion H larutan tanah. Karena itu, dapat dicapai dengan menambah jumlah yang sesuai persenyawaan tertentu yang mengandung satu atau lebih logam yang penting tersebut. Oleh karena itu, ini akan mempersempit problemnya dan akan memepermudah pemilihan persenyawaan yang paling cocok. Dua kation logam yang paling yang paling sesuai untuk mengurangi keasaman ialah kalsium dan magnesium. Kedua unsur ini mudah dan tersedia dalam jumlah banyak dan berpengaruh baik terhadap keadaan fisik tanah. Lagi pula, karbonatnya dan oksida serta hidrosidanya lemah dibandingkan dengan yang lain dan mudah dikuasai. alam tanah di daerah lembab kalsium dan magnesium dalam jumlah yang kecil merupakan kation logam yang bersama-sama dengan ion-ion H, dan Al biasanya menguasai komplek koloida. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya bahwa di tanah asam untuk meningkatkan konsentrasi ion tersebut diperlukan penambahan. pH tanah adalah derajat keasaman (pH) menggambarkan kepekatan ion hidrogen yang terdapat didalam tanah. Semakin tinggi kadarnya, maka tanah dikatakan asam. Sebaliknya, jika hidrogen didalamnya rendah, maka tanah menjadi basa.1. Pengapuran Pengapuran adalah memberikan kapur dalam jumlah tertentu untuk menaikkan pH tanah yang diinginkan tanaman pada lahan pertanian yang bereaksi masam. Pengaruh pengapuran pada tanah selama bertahun-tahun cenderung menaikkan atau menurunkan kesubu-rannya, sesuai dengan sistem pengelolaan dan pemberian kapur. Penggunaan kapur itu sendiri dapat menaikan hasil tanaman untuk beberapa tahun. Reaksi kimia akan ditingkatkan, organisme tanah akan stimulasi dan unsur hara akan lebih tersedia untuk tanaman. Senyawa-senyawa kalsium dan magnesium biasanya disebut sebagai kapur pertanian yang mempunyai keuntungan, karena tidak dapat meninggalkan sisa dalam tanah. Senyawa-senyawa ini dapat menaikkan pH tanah dan mengurangi unsur yang menyebabkan keasaman tanah. Didalam tanah senyawa-senyawa ini berjumlah sedikit, dan mengalami banyak kehilangan oleh karena erosi, terangkut oleh tanaman dan proses pelindian yang terjadi atas permukaan tanah (Top soil) maupun didalam tanah ( Sub Soil). Kehilangan kalsium lebih besar dari pada Magnesium, disebabkan kenyataan bahwa koloida tanah hampir selalu mengandung kalsium daripada magnesium dalam keadaan dapat tertukar. 2. Efek pengapuran Secara fisika, pengapuran tanah masam dapat merangsang pembentukan tanah yang berstruktur remah, menurunkan plstisitas dan daya kohesi tanah Secara Kimia, Menurunkan kation ( H+), menaikkan ion (OH-), menurunkan daya larut dan tingkta keracunan pada Al, Fe dan Mn, Posfor lebih tersedia, ketersedian Mo lebih diperbaiki,Ca dan Mn dapat ditukar naik, K lebih efisien digunakan tanaman, Kejenuhan basa meningkat, kejenuhan Al menurun serta aktivitas Al dapat ditekan. Dan secara Biologi, merangsang kegiatan jasat renik tertentu baik yang menguntungkan atau tidak serta merang-sang kegiatan meningkatkan proses dekompo-sisi bahan organik Nitrogen(N), Sulfur(S) tersedia dan pembentukan humus, dan meransang kegiatan jasad renik tertentu penambat N dari udara. Setiap jenis tanah mempunyai kandungan hara dan kondisi yang berbeda, sehingga untuk mengetahui kesuburan tanah secara kimia diperlukan analisis tanah. Secara umum PUTS dapat digunakan untuk menilai status kesuburan tanah dalam lahan sawah secara cepat. Tanah lahan sawah umumnya mempunyai kandungan hara P, K, C-organik rendah dan pH tanah masam. Penyebarannya cukup luas, terutama di luar jawa.