Loading...

TANAM ”JAJAR LEGOWO” MENINGKATKAN PRODUKSI PADI

TANAM ”JAJAR LEGOWO” MENINGKATKAN PRODUKSI PADI
Dalam rangka mensukseskan program swasembada padi pada tahun 2017, maka budidaya padi dengan inovasi teknologi jajar legowo menjadi sangat perlu. Dengan sistem tanam Jajar Legowo dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 10-15%, sehingga penerima Bantuan Sosial (Bansos) Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) wajib menerapkan teknologi Jajar Legowo.Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata "lego" berarti luas dan "dowo" berarti memanjang. Legowo di artikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Keuntungan Jajar Legowo :Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada padi sawah yang apabila dibandingkan dengan sistem tanam lainnya memiliki keuntungan sebagai berikut: 1. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus. 2. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi. 3. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek). 4. Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.Dengan sistem jajar legowo ini terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua atau lebih kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman. Teknis Penerapan sistem Jajar LegowoPenerapan sistem tanam jajar legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. Hindarkan penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20x20) cm, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit.Sistem Tanam Jajar Legowo yang sudah di perkenalkan dan sudah di adopsi oleh para petani adalah Jajar Legowo 2:1 dan Jajar Legowo 4 : 1 tipe 1 maupun tipe 2. Namun pelaksaan di lapangan masih banyak ditemukan dengan penanaman sistem jajar legowo 5 : 1; jajar legowo 6 : 1; dan bahkan ada yang jajar legowo 8 : 1. Beragamnya praktek legowo di lapangan tersebut menuntut adanya buku acuan penerapan sistem tanam legowo yang benar mulai dari penanaman hingga pengambilan sampel ubinan, sehingga dalam pelaksanaannya benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk itu, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian menerbitkan buku tentang Sistem Tanam Legowo, 2014. Lebih lanjut dapat dijelaskan sistem tanam jajar legowo 2:1 dan Jajar Legowo 4 : 1 tipe 1 maupun tipe 2. Legowo 2:1 Sistem tanam jajar legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.Legowo 4:1 Tipe 1Sistem tanam jajar legowo 4:1 tipe 1 merupakan pola tanam jajar legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Dengan pola ini, populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25)cm.Legowo 4:1 Tipe 2Sistem tanam jajar legowo 4:1 tipe 2 merupakan pola tanam dengan hanya memberikan tambahan tanaman sisipan pada kedua barisan tanaman pinggir. Populasi tanaman 192.712 rumpun/ha dengan persentase peningkatan hanya sebesar 20,44% dibanding pola tegel (25x25)cm. Pola ini cocok diterapkan pada lokasi dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Meskipun penyerapan hara oleh tanaman lebih banyak, tetapi karena tanaman lebih kokoh sehingga mampu meminimalkan resiko kerebahan selama pertumbuhan. Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman TerpaduPada tahun 2015 upaya peningkatan produksi padi difokuskan pada kawasan tanaman pangan, melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dengan fasilitasi bantuan sarana produksi (saprodi), tanam jajar legowo dan pertemuan kelompok pada seluruh areal program GP-PTT sebagai instrument stimulan disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan dan pemantauan oleh berbagai pihak.Fasilitasi bantuan yang diberikan pemerintah pada seluruh areal program GP-PTT Padi pada tahun 2015 adalah seluas 350.000 ha. Bantuan Sosial (Bansos) GP-PTT Padi salah satunya adalah ada komponen membantu biaya penerapan teknologi tanam jajar legowo. Untuk itu, GP-PTT Padi di lahan beririgasi wajib meningkatkan optimalisasi popuplasi tanaman persatuan luas melalui penerapkan tanam jajar legowo baik 2:1 atau 4:1. Jumlah bibit per umpun dan umur bibit disesuaikan dengan kebiasaan petani (kondisi setempat). Sedangkan di lahan lebak, pasang surut dan lahan kering, disesuaikan dengan kondisi di masing-masing lokasi.Dari uraian tersebut di atas maka sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen teknologi budidaya yang ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi melalui pengaturan populasi. Tanaman diatur sehingga mendapatkan ruang tumbuh dan sinar matahari yang maksimal. Selain itu, efektivitas pemeliharaan tanaman seperti penyiangan, aplikasi pupuk, serta penanggulangan hama dan penyakit lebih efektif. Penerapan sistem tanam jajar legowo yang benar, diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi petani karena adanya peningkatan produksi dan produktivitas. Dengan demikian diharapkan swasembada berkelanjutan komoditas padi dapat tercapai. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Sistem Tanam Legowo, 2014, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian2) Pedoman Teknis GP-PTT Padi 2015, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.