Di Indonesia tanaman cabe mempunyai daya adaptasi yang cukup luas. Oleh karena itu tanaman ini umumnya dapat dibudidayakan hampir diseluruh wilayah Indonesia, baik didataran rendah maupun didataran tinggi. Selain dapat ditanam dilahan cabe dapat ditanam dalam pot/polibag. Pembuatan media tanam : media tanam dibuat dengan campuran tanah,sekam dan pupuk kandang matang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Kemudian semua bahan yang sudah dicampur diaduk sampai rata. Setelah tercampur rata maka tanah di masukan kedalam polibag atau pot. Persiapan benih : benih cabe yang akan disemai sebaiknya adalah benih benih yang sudah di seleksi yaitu dengan cara : Rendam benih cabe dalam wadah berisi air, yang terapung berarti tidak bagus maka dibuang,sedangkan yang tenggelam diambil untuk bibit. Celupkan benih cabai yang bagus dalam larutan PGPR selam 2 hingga 8 jam, kemudian dikering anginkan. Tunggu sampai mulai berkecambah.Persemaian : Gunakan wadah berupa nampan,wadah diisi dengan media yang telah siapkan,ratakan media dalam wadah kemudian disiram dengan air,buat larikan pada wadah untuk lubang tanam,isi larikan dengan benih cabe yang sudah berkecambah,letakan wadah dibawah naungan agar tidak terkena cahaya matahari langsung dan air hujan, tunggu sampai benih berumur dua minggu atau telah memiliki daun sebanyak 3 lembar. Penanaman : Wadah yang telah diisi media tanam di tanam dengan benih yang telah tumbuh lebih kurang 3 helai daun dengan cara membuat lubang dibagian tengah pot/polibag,kemudian dimasukan benih kedalam lubang tersebut,selanjutnya tanah disekitar benih dipatkan kembali,sehingga benih berdiri dengan kokoh. Selanjutnya disiram dengan air. Pemeliharaan : penyiraman tanaman cabe sesuai kondisi kelembaban tanah,jika terlihat lembab tidak perlu dilakukan penyiraman, penyiangan,penyulaman,pengendalian OPT,pemupukan susulan,pemasangan ajir,pewiwilan/pembuangan tunas atau dibawah cabang pertama,sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah.Penulis : Hendria Herlina,SP