Tanam Gora Jarwo Pada Lahan Cetak Sawah 2017Di Desa Keliling Benteng Ilir Berdasarkan klasifikasi lahan, typa lahan di desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar adalah lahan pasang surut Type B mendekati ke C. Namun pengaruh air pasang surut diareal persawahan terjadi hanya pada saat air dalam (musim hujan). Sedang pada saat musim kemarau, pengaruh air pasang surut hanya terjadi pada saluran-saluran (rey). Dan bila kemarau panjang, sama sekali tidak pengaruh pasang surut. Bahkan saluran (rey) juga kering.Kondisi ini, sepintas type lahannya seolah seperti Type tadah hujan. Dan kenyataannya hampir tiap tahun persawahan kering bila kemarau seperti pada lahan tegalan. Dan kondisi ini yang memungkinkan diterapkannya penanaman padi dengan system goro rancah didesa Keliling Benteng Ilir Khususnya dan beberapa desa lain dikecamatan Sungai Tabuk umumnya.Kalau menilik ke judulnya yaitu GORA JARWO (Gogo Rancah Jajar Legowo), ini sebenarnya juga bukan hal baru. Mungkin banyak petani di Indonesia yang sudah menerapakan system tanam ini. Bahkan di desa Keliling Benteng Ilir sendiri sudah pernah dipraktekkan pada areal Optimasi lahan tahun 2012. Penanaman dilakukan di musim tanam MH (Okt Mar). Sangat menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu persemaian, pertumbuhannya optimal dan sangat bagus. Sayangnya gagal panen akibat banyaknya hama burung pipit yang terfokus diareal tersebut.Lalu kalau gagal, kenapa ide ini dimunculkan kembali? Mungkin ada yang bertanya demikian. Ada pepatah mengatakan, "siapa yang tidak pernah mencoba, tidak pernah gagal. Dan siapa yang tidak pernah gagal (karena tidak mencoba), dia tidak pernah belajar (dengan sebenarnya)". Sebenarnya penyebab kegagalan yang dulu bukan pada teknis persiapan lahan atau penanaman, tapi lebih pada pengendalian hama. Jawaban dari pertanyaan diatas ada beberapa, yang sebagian adalah modifikasi teknis budidayanya mulai dari persiapan lahan, penanaman dan pemeliharaan. Mari kita simak.1. Karena kita sudah tahu penyebab kegagalannya maka kita akan melakukan lagi dengan mengantisipasi dan menghindari penyebab kegagalannya..2. Ada perubahan system tanam. Kalo dulu sistm GORA JARWOnya dilakukan pada lahan dengan TOT, sekarang akan dilakukan dengan persiapan lahan dan pengolahan tanah sempurna. Menutup lubang tanam pada tanam padi system TOT sangat banyak perlu tenaga.3. Kalau dulu JARWOnya semua dilakukan secara manual (menggunakan tali), sekarang JARWOnya dibuat dengan menggunakan garu khusus JARWO yang ditarik dengan menggunakan traktor tangan sehingga pengaturan jarak tanamnya seragam dan cepat.4. Kalau dulu tanam dilakukan secara manual system tugal dengan memasukan benih ke lubang tugalan termasuk menurup lubang kembali dengan tangan, direncanakan kedepan penanaman benihnya dilakukan semi mekanis (dengan alat khusus) dimana bagian belakangnya dipasang tambahan alat untuk menutup benih yang baru tertanam (system tanam cepat).5. Dengan system tanam cepat ini diharapkan petani yang akan tanam banyak, sekitar 100 ha. Dengan begitu ada penyebaran keberadaan hama burung sehingga kegagalan panen bisa dihindari.6. Hama utama pada saat itu yang menjadi penyebab kegagalannya adalah burung. Karena luasan tanamnya hanya 1,5 ha, pengendalian hama burung kesulitan karena semua hama terfokus pada pertanaman tersebut. Bila ditanam pada skala yang lebih luas, minimal ada pemerataan hama sehingga seranga pada setiap bagian pertanaman menjadi kurang.Lalu bagaimana pelaksanaannya?Kenyataan pertama yang sedang dihadapi petani adalah sekarang sudah memasuki musim kemarau. Artinya pelaksanaan tanam untuk system tanam GORA JARWO akan dilaksanakan pada musim tanam MH 2017/2018. Dan langkah yang dilakukan adalah:1. Lahan bekas cetak sawah yang sudah diolah bila pengolahan tanahnya kurang sempurnya dilakukan lagi pengolahan tanah menggunakan rotary untuk memecah tanah menjadi bongkahan kecil.2. Lalu dilakukan penggaruan untuk meratakan tanah bila tanahnya tidak rata3. Seanjutnya dibuat alur jarak tanam menggunakan alat GARU JARWO4. Dilakukan penanaman dengan meletakkan biji benih padi yang sudah melalui proses perendaman pada jalur-jalur tanaman dengan alat tanam khusus yang bagian belakangnya dipasang alat yang berguna untuk menutup lubang tanam.5. Selesai. Tinggal nunggu tumbuhSebagai catatan.1. Penyempurnaan pengolahan tanah dengan menggunakan rotary (seperti point 1 diatas), dilakukan bila sudah ada hujan 1 atau 2 kali, supaya pemecahan tanahnya sempurna. Bila tanah terpecah sempurna, pembuatan alur tanamnya lebih mudah dan rapi.2. Bila dua hari setelah tanam tidak ada hujan dan tanah pada posisi biji padi tertanam kering, lakukan penyiraman untuk menghindari "mati mata" benih padi yang sudah ditanam.3. Dengan system tanam cepat ini, pembuatan jalur tanamannya dengan garu khusus yang ditarik dengan traktor tangan bisa diperoleh 3-4 ha per hari sedang tanam dengan alat tanamnya bisa 1.5 – 2 ha per hari. Kepala BPP Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar H. Muhamad Yazidi, SP Nama Penyuluh Mukhsin SP