PENDAHULUANTanaman Jagung adalah jenis tanaman pangan penting dunia yang menghasilkan karbohidrat selain gandum dan padi. Tanaman jagung merupakan tanaman pangan pokok di sebagian belahan dunia dan bahan pangan olahan seperti minyak jagung dan bahan dasar tepung maizena, bioenrgy, bahan kosmetik selain itu juga untuk kebutuhan pakan ternak.Budidaya jagung sangatlah mudah, karena jagung tidak memerlukan persyaratan lingkungan, artinya dapat tumbuh dalam berbagai macam tanah bahkan pada lahan kering, meskipun pertumbuhannya kurang optimal. Untuk lahan sawah, jagung dapat ditanam tanpa melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu, dan jerami bekas tanaman padi dapat dimanfaatkan sebagai mulsa pada tanaman jagung. PERSIAPAN LAHAN TANAM JAGUNGa. Penyiapan Mulsa JeramiLangkah pertama yang diperlukan dalam persiapan lahan adalah pembersihan lahan. Bersihkan jermi sisa panen padi dari lahan dengan cara memotong atau merajang kemudian taburkan secara merata di atas permukaan lahan. Jerami ini berguna sebagai mulsa penutup tanah.b. Pembuatan parit DrainaseParit drainase di buat untuk membuang kelebihan air, karena tidak ada pengolahan tanah, sehingga lahan tanam tidak terendam air. Parit drainase tersebut dibuat berbentuk garis lurus dengan jarak antar ruas sekitar 2 m. c. Pembersihan GulmaApabila lahan yang akan digunakan sudah di tumbuhi gulma cukup banyak, sebaiknya terapkan pembersihan gulma dengan herbisida sistemik yang bisa membasmi gulma hingga keakarnya. Gunakan merk herbisida yang sesuai dengan kebutuhan dan gunakan takaran sesuai anjuran. Setelah tiga hari control kembali lahan, bila masih terdapat gulma, lakukan lagi penyemprotan secara berkala. Lahan siap digunakan satu minggu setelah pentemprotan.d. Pemupukan dan PengapuranBila lahan yang gunakan kurang begitu subur, bisa ditambahkan pupuk organik. Boleh juga pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk ditaburkan dalam bentuk larik, dan sesuai dengan baris pada lubang tanam. Dosis pupuk organik tersebut untuk tanaman jagung sekitar 1,5-2 ton per hektar. Bila perlu bisa juga lakukan pengapuran,dengan cara menebarkan kapur sama dengan pupuk dalam bentuk larikan. Dosis pengapuran sekitar 300-400 kg per hektar saja. PENANAMANa. Penyiapan BenihGunakan benih yang unggul dan memiliki tingkat keberhasilan tumbuh lebih dari 95%. Penyiapan benih tersebut sebaiknya mengikuti anjuran produsen benih. Benih yang diproduksi pabrik biasanya telah dicampur dengan insektisida, tampilan benih biasanya akan berwarna merah, sehingga tidak perlu untuk perendaman dengan insektisida lagi.b. Mengatur Jarak TanamJarak tanam antara tanaman jagung dalam satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antara baris 70-75 cm. Bila bedengan tersebut yang telah dibuat selebar 2 meter, akan terdapat setidaknya 3 baris tanaman jagung dalam satu bedengan tersebutc. PenanamanPenanaman benih bisa dilakukan secara maksimal seminggu setelah pemberian pupuk organik dan pengapuran. Lubang tanam dibuat dengan cara tugal atau mesin planter. Kedalaman tanah pada lubang tanam sekitar 3-5 cm. Kemudain Masukkan 2 benih jagung dalam satu lubang tanam. Lalu Kemudian tutup dengan dengan tanah. Periksa pertumbuhan benih setelah satu minggu. Lalu Kemudian sulam benih yang gagal tumbuh tersebut dengan bibit yang telah disemaikan pada tempat terpisah. Usahakan penyulaman dilakukan dengan tanaman yang seumur juga.d. Pemberian Pupuk TambahanPemberian Pupuk tambahan dilakukan paling banyak 2 – 3 kali dalam satu masa tanam tergantung dari tingkat kesuburan tanah dan jenis benih yang digunakan. Jagung hibrida biasanya membutuhkan pemupukan yang lebih banyak dibandingkan dengan jagung biasa. Jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman jagung juga harus memenuhi beberapa unsur N, P dan K. Unsur N bisa anda didapatkan dari urea, unsur P dari SP-36 dan unsur K dari KCl. Takaran pupuk budidaya jagung berdasarkan anjuran Balitbangtan per hektarnya adalah 350 kg Urea + 200 kg SP-36 + 100 kg KCl. Bila kesulitan untuk mendapatkan KCL, unsur K bisa didapatkan dari pupuk NPK yang tersedia. Dengan takaran sebagai berikut , 400 kg NPK 15:15:15 + 270 kg urea + 80 kg SP-36 untuk setiap kali hektarnya. Untuk frekuensi pemukan adalah dua kali, berikan juga pada 10 dan 35 hari setelah tanam (hst). Untuk beberapa frekuensi pemupukan 3 kali berikan pada umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst. PENGAIRANModel pemberian air tanaman jagung, yang umum digunakan petani adalah model alur. Alur dibuat menggunakan bajak singkal yang memotong lahan pertanaman setiap jarak tertentu (2 m untuk 3 baris tanaman). Frekuensi pemberian air tanaman berkisar 5-6 kali bahkan ada yang lebih tergantun jenis tanah. Pada tanah yang didominasi liat pemberian air tanaman tidak sebanyak tanah yang didominasi pasir. Ada 5 fase pertumbuhan tanaman jagung yang nantinya memerlukan pengairan, yakni fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan vegetative, fase pembungaan, fase pengisian biji, dan fase pematangan. PANEN DAN PASCA PANENTanaman jagung bisa dipanen sekitar 100 HST, tergantung dari jenis yang digunakan. Secara fisik jagung yang siap panen terlihat dari daun klobotnya yang telah mongering, berwana kekuningan. Panen yang dilakukan sebelum atau setelah masa fisiologinya akan berakibat pada komposisi kimia jagung yang menentukan kualitasnya.Setelah panen, jagung harus di keringkan terlebih dahulu.Cara pengeringan yang paling umum adalah dengan menjemurnya di ladang bersama-sama dengan klobotnya. Atau bisa juga dengan cara dikupas kelobotnya lalu kemudian jagung dijemur pada lantai atau di atas terpal. Kerusakan masih bisa terjadi ketika proses pengeringanya terutama bila panen dilakukan pada musim hujan. Jagung yang masih basah juga sangat rentan dengan serangan jamur atau cendawan serta rusaknya kualitas tesebut. Jamur bisa merusak hasil panen hingga lebih dari 50%.