Sejak tiga tahun ke yang lalu dimulai Tahun 2015, pemerintah mentargetkan mampu berswasembada pangan khususnya terhadap 7 komoditas. Ketujuh komoditas tersebut antara lain, padi, jagung, kedele, tebu (gula), daging dan cabe. Upaya pencapaian komoditas tersebut dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui perluasan areal tanam maupun dengan peningkatan produktifitas. Peningkatan Produksi ini dapat dilakukan dengan menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) diantaranya dengan penggunaan jarak tanam Legowo Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan petani dari suatu lahan sawah yang nilai produktivitasnya sudah mencapai optimum adalah dengan rekayasa teknologi sistim tanam padi. Tanam jajar legowo merupakan salah satu rekayasa teknologi yang ditujukan untuk memperbaiki produktivitas usahatani padi. Teknik ini merupakan perubahan dari teknik jarak tanam simetris menjadi tanam jajar legowo.Kata legowo diambil dari bahasa Jawa Banyumas yang berasal dari kata lego dan dowo. Lego artinya luas dan dowo artinya memanjang. Jadi diantara barisan tanam padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Barisan tanam dapat terdiri dari 2 baris, 3 baris, 4 baris, 5 baris, 6 baris. Dalam kelompok barisan, jarak tanam menjadi 25 cm x 12,5 cm (terjadi pemadatan). Jarak antar kelompok barisan (lorong) dapat 50 cm, 60 cm atau 75 cm.MANFAAT TANAM JAJAR LEGOWOAdanya ruang terbuka dalam petakan memberikan manfaat sebagai berikut :a. Memudahkan dalam pemupukanb. Memudahkan dalam pengendalian hama penyakitc. Memudahkan dalam pengontrolan hama dan penyakitd. Hama tikus relatif terkendali karena adanya ruang terbukae. Dapat dipadukan dengan pemeliharaan ikan (mina padi) JUMLAH BARISJumlah baris yang berbeda dalam suatu kelompok barisan diikuti oleh perbedaan jumlah rumpun dan persentase ruang yang terbuka. Semakin banyak baris, semakin banyak pula jumlah rumpun. Sebaliknya semakin banyak baris, semakin kesil persentase ruang terbuka.No Legowo Rumpun/ha Ruang (%)1. Dua 160.000 502. Tiga 192.000 403. Empat 213.000 334. Lima 228.000 285. Enam 240.000 256. 25 x 25 cm 160.000 PRODUKSISistim legowo dikembangkan berdasarkan pemanfaatan adanya pengarus baris pinggir (border effect). Pada sistim ini banyaknya jumlah lorong terbuka membuka peluang terjadinya pengaruh samping yang lebih besar, yang artinya membuka peluang bagi meningkatnya produksi padi. Selanjutnya ditemukan bahwa akibat border effect tanaman padi dua baris yang dekat ruang terbuka hasilnya lebih tinggi dari baris-baris selanjutnya.Berdasarkan hasil penelitian Balitpa Sukamandi (1990) baris kiri dan kanan dari ruang terbuka memperlihatkan hasil yang lebih tinggi dari baris selanjutnya. No Dua Baris Gr/m Indeks 1. 1 + 1 454.9 1002. 2 + 2 359.4 78.993. 3 + 3 335.0 73.634. 4 + 4 313.7 68.88 Berdasarkan produksi yang dihasilkan dari tanam jajar legowo, legowo dua memperlihatkan hasil yang tidak berbeda jauh dengan legowo tiga dan empat. Namun dari segi bebih akan lebih efisien.No Legowo MH kg/ha MK kg/ha1. Dua 5.180,7 4.759,32. Tiga 5.178,7 4.762,03. Empat 5.194,7 4.768,74. Lima 5.188,7 4.762,75. 25 x 25 cm 5.225,7 4.862,6 Penyusun Andriatna Retno Dewayanti, SPTHL-TBPP BPP Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu