TANAM JAJAR LEGOWO DI POKTAN BRANGKAL DESA JIPURAPAH KEC. PLANDAAN
Musim penghujan telah tiba.Saatnya petani turun ke sawah,setelah sebelumnya sawah mereka ditanami tanaman hortikultura yakni cabe. Musim penghujan tahun 2016 ini petani agak resah karena curah hujan yang rendah, padahal petani membutuhkan air untuk menggarap sawah.Utamanya di daerah paling pinggir di Kecamatan Plandaan yakni di Desa Jipurapah. Lahan sawah tergolong lahan tadah hujan. Untuk menggarap sawahnya, petani mengandalkan air hujan,bahkan petani harus mengairi sawahnya dari sungai dengan bantuan pompa air.Bukan hanya Dinas Pertanian bahkan Pemerintah Pusat menganjurkan Poktan tanam dengan sistem JARWO (Jajar Legowo). Sistem Jarwo (Jajar Legowo) ada beberapa macam : 2 : 1, 4 : 1. Keuntungan tanam Jarwo (Jajar legowo) adalah memudahkan dalam pemeliharaan tanaman: pemupukan, pemberantasan gulma, pengendalian Hama dan Penyakit. Tanam Jarwo (Jajar Legowo) mungkin asing bagi petani Jipurapah,tetapi PPL Jipurapah tidak bosan mengajak bahkan merayu petani binaannya. Anjuran PPL tersebut ternyata diikuti oleh petani Jipurapah.Budianto salah satu petani di jipurapah yang berani menerapkan tanam padi sistem Jarwo (jajar legowo). Budianto ini petani yang selalu mengikuti inovasi baru. Di Jipurapah Budianto termasuk petani yang sukses dibidang pertanian. Penulis : CHUSATUL MAISAH (THL TBPP BPP PLANDAAN Kab. Jombang)