Pemanfaatan lahan sawah beririgasi teknis sampai saat ini masih belum optimal, sebagian masih memiliki pola tanam padi- padi-bera, dengan demikian indeks pertanaman masih dibawah 300. Ada juga petani dengan pola tanam padi-padi-padi. Pola tanam yang demikian sangat membahayakan, karena tidak terputusnya siklus hidup OPT padi. Oleh sebab itu sangat dianjurkan pada lahan sawah beririgasi teknis menggunakan pola tanam padi padi palawija atau sayuran dataran rendah. Salah satu tanaman palawija yang dianjurkan adalah kedelai, sehingga pola tanamnya menjadi padi padi kedelai.Kedelai dianjurkan, sebab ada beberapa keuntungan,yaitu :a. Kebutuhan air lebih hemat dibanding tanaman Padi.b. Menambah kesempatan kerja bagi buruh tani.c. Mengurangi import kedelai.d. Menambah kesuburan tanah.e. Dapat memutuskan siklus hama dan penyakit padi.f. Dapat meningkatkan pendapatan Petani VARIETASVarietas kedelai yang dianjurkan untuk lahan bekas tanaman padi adalah varietas yang berumur genjah (kurang dari 80 hari) dan berumur sedang (81 89 hari).Varietas Kedelai yang dirilis Pemerintah : Dega 1, Devon 1 (2015); Demas 1, Dena 1, Dena 2 (2014); Dering 1(20120; Gema (2011); Argopuro (2005); Anjasmoro (2001); Grobokan (2000); Wilis (1999) atau Varietas lokal yang adaptif terhadap lingkungan.Hal yang perlu diperhatikan secara khusus untuk mendapatkan benih bermutu tinggi adalah sortasi dan penyimpanan benih. Biji terpilih adalah yang sehat, utuh/ bernas dan memiliki daya tumbuh tinggi. Syarat-syarat benih bermutu, yaitu:a. Murni dan diketahui nama varietasnya.b. Berdaya kecambah tinggi, yaitu 80 % atau lebih.c. Memiliki vigor yang baik : tumbuh cepat dan serempak, kecambahnya sehat.d. Bersih, tidak tercampur dengan biji rumput, kotoran dan biji tanaman lainnya.e. Sehat, tidak menularkan penyakit, serta tidak terinfeksi cendawan yang menyebabkan busuk.f. Bernas, tidak keriput dan utuh serta kering.Kebutuhan benih per hektar berkisar antara 30 - 50 kg, tergantung pada :a. Jarak tanam yang digunakan.b. Ukuran biji ( berat 100 biji)c. Daya tumbuh benih. PENGOLAHAN TANAHPada umumnya bertanam kedelai di lahan sawah bekas padi sawah dilakukan tanpa pengolahan tanah. Pengolahan tanah, selain kurang berguna, juga meng-akibatkan penambahan biaya, waktu tanam kedelai ter-lambat dan tanah menjadi kering. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :a. Bila tanah terlalu becek, buat saluran drainase dengan jarak bedengan 3 - 4 m dan panjang disesuaikan dengan petakan, lebar 50 cm, dengan kedalaman antara 30 - 40 cm.b. Untuk menekan gulma dan mempertahankan kelembaban, gunakan mulsa (penutup tanah) dari jerami yang dipotong. Inokulasi RhizobiumUntuk lahan sawah yang baru pertama kali ditanami kedelai, sebaiknya dilakukan inokulasi Rhizobium, dengan tujuan untuk menumbuhkan bintil pada akar kedelai yang dapat mengikat unsur N dari udara. Caranya :a. Ambil tanah bekas pertanaman kedelai, ambil bintil akar kedelai, bintil akar berwarna merah/gelap berisi bakteri Rhizodiumb. Kering anginkan dan tumbuk sampai halus.c. Rhizodium dapapt disimpan di tempat keringterlindung dari matahari langsung dan tertutup rapat (botol)d. Benih kedelai yang akan ditanam dibasahi dulu.e. Campurkan tanah halus tersebut dengan benih yang sudah dibasahi, dengan takaran 1 kg tanah untuk 10 kg benih, aduk sampai merata.Saat ini ada Inokulum Rhizobium yang sudah jadi, dijual dipasaran, yang disebut legin, campurkan benih kedelai yang sudah dibasahi dengan 7,5 gram legin/1kg benih. PenanamanSebaiknya penamanan dengan cara ditugal, dengan urutan sebagai berikut :a. Tanah ditugal di dekat tunggul jerami atau diantaranya.b. Letakan benih 2 - 3 biji pada lubang tugalan dan tutup dengan tanah atau abu sekam, abu dapur.c. Tutup dengan mulsa jerami atau dibiarkan terbuka.d. Penyulaman dengan biji sebaiknya dilaksanakan 4 - 7 hari setelah tanam.e. Jarak tanam yang dapat digunakan : 25 X 25 Cm, 20 X 20 Cm, atau 30 X 15 cm. Sumber referensi : https://www.caramenanam.net/cara-menanam-kedelai/