Loading...

TANAM PADI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO

TANAM PADI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Proses budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan penduduk Indonesia. Bagaimana tidak, beras menjadi salah satu produk yang sangat penting karena merupakan makanan pokok penduduk Indonesia.Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi, salah satunya yaitu dengan cara tanam dengan system jajar legowo. Namun baru sedikit petani yang mau melakukan system tanam tersebut, dengan berbagai alasan antara lain biaya yang lebih tinggi dan sulitnya mendapatkan tenaga tanam yang mau menanam dengan system jajar legowo karena mereka tidak/ belum terbiasa. Demi untuk meningkatkan minat petani pada system jajar legowo maka kami beberapa kali melakukan demplot tanam padi dengan system jajar legowo di wilayah kerja UPTD Pertanian dan Tanaman Pangan Kecamatan Tambakboyo. PENGERTIAN JAJAR LEGOWO Legowo diambil dari bahasa jawa yaitu “lego” berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Dengan kata lain, system jajar legowo adalah cara tanam padi dengan memiliki beberapa barisan yang diselingi satu baris kosong, dimana jarak tanam barisan pinggir ½ kali jarak tanam barisan tengah. Tujuan utama dari tanam padi dengan system jajar legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi tanaman, seolah – olah semua tanaman padi berada di pinggir atau tanaman border. Dimana berdasarkan pengalaman bahwa tanaman padi di barisan pinggir akan mempunyai pertumbuhan dan produksi padi yang lebih baik daripada tanaman yang berada di tengah. TIPE SISTEM JAJAR LEGOWO 1. Jajar Legowo 2:1 – Setiap dua baris diselingi satu baris yang kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan pada jarak tanam dalam baris yang memanjang di perpendek menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya. 2. Jajar Legowo 3:1 – Setiap tiga baris tanaman padi di selingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya3. Jajar Legowo 4:1 – setiap empat baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak tanam, dan untuk jarak tanam tanaman padi yang dipinggir menjadi setengah jarak tanam dalam barisannya. PRHITUNGAN JUMLAH POPULASI TANAMAN SISTEM JAJAR LEGOWOE Rumusnya : 100% X 1 : ( 1 + jumlah legowo).Contoh :a. untuk legowo 2:1 peningkatan populasinya adalah : 100% X 1 : (1 + 2) = 33,3% b. untuk legowo 3:1 peningkatan populasinya adalah : 100% X 1 : (1 + 3) = 25% c. Untuk legowo 4:1 peningkatan populasinya adalah : 100% X 1 : (1 + 4) = 20% d. Untuk legowo 5:1 peningkatan populasinya adalah : 100% X 1 : (1 + 5) = 16,6% KEUNTUNGAN TANAM PADI DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO 1. Memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman. 2. Memudahkan pengelolaan tanaman (pemupukan susulan, penyiangan, pengendalian OPT). 3. Peningkatan populasi tanaman sekitar 30 %, berpeluang untuk meningkatkan provitas hingga 10 - 15%.4. Berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi - ikan ( mina padi ). KELEMAHAN TANAM PADI DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO 1. Membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dalam melakukan penanaman padi.2. Membutuhkan benih yang lebih banyak dikarenakan semakin banyaknya jumlah populasi tanaman padi.3. Pada umumnya di lahan yang menggunakan system jajar legowo akan lebih banyak ditumbuhi gulma. Meskipun ada beberapa kelemahan dari system jajar legowo, namun lebih banyak keuntungan/ manfaat yang akan diperoleh petani jika melakukan tanam padi dengan system jajar legowo. Apalagi sekarang sudah ada alat mesin tanam padi atau Rice Transplanter yang bisa diaplikasikan untuk tanam dengan system jajar legowo sehingga dapat menghemat biaya tenaga kerja tanam dan waktu tanam. PENULIS : Rina Hasri, S. P.