Cara tanam padi jablay merupakan cara tanam padi sistem TOT atau tanpa olah tanah. Cara tanam padi ini dilakukan pada pola tanam ke III sekitar bulan Agustus- September atau istilah petani "panyelang", secara umum kondisi cuaca panas dengan kondisi pengairan yang kurang memdai.
Cara tanam padi sistem jablay ini yaitu langsung menanam bibit padi pada lahan sawah yang masih ada sisa panen berupa jermi yang masih berdiri kokoh, namun sebelumnya telah dilakukan penyemprotan Herbisida kontak untuk mengendalikan gulma disekitar sawah dan jerami sisa panen.
Keuntungan cara tanam padi jablay ini selain percepatan tanam, juga hemat biaya karena petani tidak perlu mengeluarkan biaya pengolahan tanah, dan pertumbuhan padi yang baru ditaman terlindungi dari teriknya panas matahari dan angin, sehingga padi pada pertumbuhan awal lebih baik jika dibandingkan dengan pertanaman padi seusianya dengan pengolahan tanah sempurna (kebiasaan petani).
Namun beberapa kekurangan dari sistem tanam jablay ini diantaranya, secara estetika kurang enak dipandang, tanaman tidak rapi sebagaimana tanam biasa (jarwo), karena tanam padi diantara jerami yang masih berdiri tidak bisa dicaplak dan diatur sebagaimana mestinya, dan ini sering dicemooh petani sekitar karen dikiranya tanam padi asal-asalan.
hasil panen yang diperoleh setelahnya dilakukan ubinan pada kegiatan FFD dan dibandingkan antara cara tanam biasa dengan cara tanam jablay ini, ternyata hasil tertinggi adalah padi dengan cara tanam jablay ini, sehingga petani tertarik untuk meniru dan mempraktekan tanam padi dengan cara Jablay ini