Loading...

TANAM PADI SYSTEM JAJAR LEGOWO 2 : 1 , DAPAT TINGKATKAN PRODUKSI PADI

TANAM PADI SYSTEM JAJAR LEGOWO 2 : 1 , DAPAT TINGKATKAN  PRODUKSI PADI
1. Pendahuluan.Beras merupakan komsumsi pangan , selain jagung, ubi kayu dan ubi jalar masyarakat Indonesia yang semakin tahun kebutuhan akan beras terus meningkat sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk.Hal tersebut pemerintah membuat program Khusus nasional ( Upsus Pajale ) percepatan tanam padi, jagung, kedelai ( Pajale ) dan tanam bawang merah , cabe ( Babe ). Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi adalah dengan system tanam padi jajar legowo 2 : 1, dibandingkan dengan system tanam biasa / tanam tegel.Dari hasil percontohan demplot yang telah dilaksanakan di UPT dinas Pertanian Kecamatan Sidemen pada tahun 2017 di subak Toh jiwa Desa Kerta Buana dan Subak Abianaya Desa Wisma Kerta ada peningkatan hasil dari tanam biasa / tanam tegel hasilnya 6.450 ton/ha Gkg sedangkan dengan tanam jajar legowo produksinya 7.740 ton/ ha gkg.Faktor yang menunjang adanya peningkatan produksi padi tersebut karena jumlah populasi tanaman yang berbeda antara hasil ubinan antara tanam jajar legowo dengan tanam system tegel. Jumlah populasi hasil ubinan 2,5 x 2,5 meter tanam tegel 156 rumpun sedangkan pada ubinan 2,5 x 2,5 meter tanam jajar legowo jumlah populasi tanaman 230 rumpun.2. Faktor – factor lain yang perlu diperhatiak dalam peningkatan produksi padi adalah : a. Penggunaan benih unggul.benih harus diseksi direndam dalam air, benih yang mengambang dibuang dan benih yang tenggelam diambil selanjutnya dipake calon benih.Benih direndam selama 1 hari, selanjutnya diinkubasi selama 1 hari setelah itu benih siap disebar disemai. b. Pengairan.Hal lain yang perlu diperhatikan oleh petani dalam pemeliharaan tanaman padi adalah waktu pengaturan pemberian air dengan system pengairan berselang disesuaikan dengan fase – fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan ketinggian genangan air 2 – 5 cm.c. Pemupukan.? Tepat WaktuWaktu pelaksanaan pemupukan disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman , dianjurakan 3 kali yaitu pemupukan dasar pada saat umur tanaman 1 – 14 hari setelah tanam ( hst ), selanjutnya pemupukan susulan I pasa aat umur tanaman 21 – 30 hst dan pemupukan susulan II pada saat umur tanaman 45 – 50 hst ? Tepat Dosis dan Jenis PupukPetani dalam penggunaan pupuk masih ketergantungan dengan menggunakan pupuk kimia saja dengan kangdungan N , dan penggunaan pupuk Organik masih rendah diharapkan petani mau dan mampu menggunakan pupuk lengkap tepat dosis dan jenis pupuk, sesuai dengan anjuran yaitu pupuk Urea 100 kg / ha dan pupuk NPK 200 kg / ha, serta pupuk organic 2000 kg / ha disesuaikan juga dengan kondisis kesuburan lahan setempat, untuk menghindari adanya kelebihan maupun kekurangan dalam penggunaan pupuk.Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi pembaca yang budiman.Penulis : I Made Putra,SP. Penyuluh Pertanian Madya UPTD Pertanian Kecamatan Sidemen – Kab. Karangasem.