Loading...

Tanam Perdana Bawang Merah di BPP Ragunan Pasar Minggu, Jakarta selatan

Tanam Perdana  Bawang Merah di BPP Ragunan Pasar Minggu, Jakarta selatan
Sudah menjadi tugas rutin BPP ragunan, Jakarta Selatan, setiap awal tahun melakukan berbagai kegiatan Penyuluhan Pertanian. Hari Jumat tanggal 6 Maret 2020 telah dilakukan Demplot Penanaman Bawang Merah oleh seluruh Penyuluh Pertanian yang ada diwilayah Kerja Jakarta Selatan dan Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) tingkat Kecamatan se Jakarta Selatan. Penanaman perdana bawang merah di BPP Ragunan di hadiri pula oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Bambang Purwanto didampingi Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Wilayah Kota Jakarta Selatan. Bawang merah yang ditanam varietas bima dilahan seluas 100 meter persegi, dibagi menjadi 7 bedengan dengan ukuran 120 cm x 7 meter. Populasi satu bedengan terdapat 1060 bibit bawang merah. Diharapkan pada waktu menjelang puasa tanaman Bawang Merah sudah dapat dipanen dengan umum tanaman 70 hari HST. Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan menyampaikan apresiasi kepada penyuluh pertanian yang telah melakukan demplot Bawang Merah di BPP Ragunan, sekalipun kegiatan serupa yang dibiayai dari APBN belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu revisi anggaran dari Kementan. Tujuan penanaman perdana bawang merah di BPP ragunan adalah untuk melengkapi koleksi demplot Tanaman penting yang telah ditanam sebelumnya yang ada di kawasan percontohan di BPP Ragunan. Dengan Penanaman ini diharapkan komoditas pertanian yang ditanam dilahan BPP sebagai percontohan jadi semakin lengkap. Ditambahkan pula bahwa pada tahun 2020 ini BPP Ragunan akan dibangun menjadi “Center of Excelent” bagi Urban Farming yang selama ini tengah dilakukan di DKI Jakarta ini. Dalam pertemuan dengan Kepala Bidang Ketahanan Pangan ini dibahas beberapa hal yang terkait dengan masalah pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pangan Segar yang selama ini dilakukan oleh Para Penyuluh Pertanian di Jakarta. Dalam diskusi yang cukup menarik itu dikemukakan beberapa hal yang terkait dengan pengawasan pangan khususnya peternakan seperti pengawasan daging ayam. Disampaikan bahwa sebaiknya untuk pengawasan daging ayam ini dilakukan sidak pada jam-jam sibuk terutama pada dini hari dan pagi hari, karena pada jam-jam tersebut pelanggaran dengan menggunakan formalin dan zat-zat berhaya lainnya dapat ditemukan. Selain dari itu tentunya diharapkan pula dukungan sarana cool box untuk mengangkut daging ayam dari pasar tradisional sampai ke mobil lab tidak terpengaruh dengan lamanya perjalanan. Secara keseluruhan proses pengawasan pangan segar yang dilakukan oleh penyuluh dan staf teknis lainnya mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan mengingat Kegiatan ini termasuk dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Provinsi DKI Jakarta. Dari target jaminan keamanan pangan sebesar 95% pada tahuhn 2019 kemarin dapat diperoleh jaminan pangan segar aman sebanyak 99%. Itu artinya tingkat jaminan keamanan pangan di DKI Jakarta sangat aman untuk dikonsumsi. (Didi Setiabudi, Penyuluh Pertanian Madya Dinas KPKP Provinsi DKI Jakart tahun 2020)