Mengawali musim tanam (MT) 2016 ini pada tanggal 11 Mei 2016 Kelompok Wanita Tani (KWT) Selegan tinggi desa Bandar Agung Kecamatan Ulu Manna, melaksanakan penanaman serentak jagung. Jagung yang ditanam adalah jagung hybrida BISI 18, yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan.Pada kegiatan ini hadir antara lain; Kepala Dinas Pertanian ,diwakili oleh staf tanaman pangan (Ekwan Zairi dan Dwi,SP) Kepala BP4K Bengkulu Selatan ,yang diwakili oleh Kasubid. Pengembangan kelembagaan Penyuluhan (Iskak Marjoko,SP),Sekretaris desa Bandar Agung,Sekretaris KTNA kecamatan (.Tuhidin), Penyuluh BP3K Ulu Manna serta pengurus dan anggota kWT Selegan Tinggi. Dalam pengarahannya,, Bapak Iskak Marjoko,SP, menyampaikan peningkatan kelas kemampuan kelompok tani sangat ditentukan oleh aktifitas /kegiatan yang dilaksanakan kelompok, penilaian kelas kemampuan kelompok akan dilakukan oleh penyuluh WKPP bersama-sam dengan Penyuluh Swadaya setiap tahun.selain itu diharapkan agar kelompok tani menyampaikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing=masing anggota kelompok kepada BP3K untuk diregistrasi ke Kementerian Pertanian melalui SIMLUHTAN, apabila kelompok tani tidak menyampaikan maka akan sulit menerima program dari pemerintah, bahkan kelompok tani tersebut akan dihapus dari Registrasi kelompok tani di BP3K serta BP4K.Diakhir pengarahannya, beliau berharap kwt Selegan tinggi dapat mengembangkan bantuan bibit jagung yang telah dialokasikan oleh pemerintah sehingga budidaya jagung terus berlanjut walaupun tanpa bantuan dari pemerintah. Bapak Ekhwan Zairi, menyampaikan kepada kelompok tani agar dapat terus meningkatkan kegiatan kelompok, terutama administrasi (pembukuan) kelompok kafena salah satu ciri dari kelompok tani yang aktif adalah administrasi tersusun/tertata secara lengkap. Dan ini akan menjadi salah satu syarat untuk memperoleh bantuan atau program dari pemerintah.juga disampaikan agar kelompok tani dapat melakukan budidaya jagung dengan sempurna, terutama dalam hal pemupukan karena salah satu ciri jagung hybrida adalah sangat respon dengan pempupuk (sesuai anjuran), apabila tanaman kekurangan pupuk maka produktivitas/ha akan sangat sedikit. Pada saat penyampain informasi dan permasalahan di lapangan, baik KTNA maupun KelompokTani, menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi oleh kelompok tani adalah antara lain bibit bantuan /program pemerintah turun tidak tepat waktu, sehingga penanaman sering terlambat, juga banyaknya serangan hama/penyakit yang menyerang sehingga sangat menurunkan produksi dan paling utama adalah masalah pemasaran hasil yang sulit (bila lewat tengkulak harga sangat rendah). Menanggapi hal tersebut di atas, Bapak Ekhwan Z mengakui bahwa memang bibit atau benih baik jagung,kedelai maupun padi dari dinas pertanian sering turun tidak tepat waktu, namun dinas pertanian akan terus berupaya agar bibit yang dibutuhkan petani akan tepat waktu. Tentang serangan hama/penyakit, agar Penyuluh dapat berkoordinasi dengan POPT kecamatan atau POPT Kabupaten dalam pengendaliannya (bila diperlukan dapat dilakukan pengendalain Hama/Penyakit secara bersama). Sedangkan masalah pemasaran, akan diupayakan adanya kerjasama dengan pihak swasta, agar harga jual jagung ditingkat petani tidak terlalu jatuh (rendah). Semoga dengan adanya tanam serentak jagung hybrida BISI 18 ini, akan dapat meningkatkan hasil dan kesejahteraan para petani serta dapat mendukung program pemerintahyaitu swasembada jagung pada tahun 2017.amin.