Upaya peningkatan produksi pangan khususnya padi masih menjadi prioritas utama pemerintah dalam hal ini kementerian Pertanian guna mempertahankan swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan. Banyak program yang ditempuh oleh memperintah guna mencapai tujuan tersebut misalnya adalah peningkatan produksi melalui peningkatan mutu intensifikasi, peningkatan luas areal tanam, dan peningkatan indek pertanaman (IP) seta pembangunan infrastruktur penunjang sector pertanian. Gerakan pelaksanaan kegiatan di lapangan kementan telah menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) angakatan darat , dimana pada tingkat lapangan para Babinsa TNI bekerja sama dengan para Penyuluh Pertanian dalam menggerakan para petani dan kelompok tani untuk menyukseskan program tersebut.Salah satu cerminan gerakan di lapangan adalah laporan Luas Tambah Tanam (LTT) yang dilaporkan secara berjenjang dari tingkat Wilayah Binaan Penyuluh (Wilbin) di desa hingga di tingkat propinsi. LTT dilakukan di semua Provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Lampung di semua Kabupaten / Kota, Kecamatan, Desa dan bermuara pada kelompok tani dan petani sebagai pelaku utama kegiatan usahatani. Guna mendongkrak peningkatan LTT, baru-baru ini di kelompoktani SUDI MAKMUR III Dusun Priangan Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan melakukan kegiatan Tanam dengan sistim Gogo Rancah (Gora) di lahan sawah tadah hujan milik anggota poktan tersebut. Tanam sitem Gora merupakan salah satu cara untuk mendorong program Luas Tambah Tanam untuk tanaman padi, yang biasanya petani tanam dengan sistem sebar benih di pesemaian, kini mulai melaksanakan tugal benih padi langsung pada lahan pertanaman. Dengan sistem tugal benih langsung petani sudah mengambil/menghemat waktu lebih awal daripada dengan sistem sebar benih di pesemaian. Petani tidak harus kehilanagan waktu karena menunggu bibit padi siap untuk dipindahkan ke lahan pertanaman. Disamping itu petani juga dapat menghemat air dalam mengairi lahan sawahnya.Kegiatan Tanam Gora dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 26 Nopember 2017, pukul 06.30 pagi sampai dengan selesai dan dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, anggota Kelompok Tani Sudi Makmur III. Tanam gora dilakukan dengan hanya satu kali mengolah lahan, beda dengan sistem sebar. harus dua kali mengolah lahan, dan biasanya waktu tanamnya bulan Desember, kalo Gora waktu tanam lebih awal bisa bulan Oktober atau Nopember. Penanaman waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan karena akan menentukan keberhasilan padi gogo, penanaman dilakukan dengan cara tugal (4-5 benih/lubang), benih yang dibutuhkan adalah 40 – 60 kg/ha untuk monokultur, jarak tanam 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm pada lokasi baru yang banyak ulat grayak, uret dan lalat bibit, benih perlu dicampur dengan insektisida butiran, Furadan atau Dharmafur dengan takaran 2 kg / 20 kg benih.Semoga gerakan yang dilakukan Kelompok Tani Sudi Makmur III yang diketuai Bapak Kasiman yang berlokasi di Dusun Priangan Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan dapat menginspirasi kelompok tani yang lainnya dan kedepannya menjadi program yang terencana untuk program Gapoktan Maju Lestari untuk tanam Gora. Jayalah Para Sahabatqu Di Desa, Para Petaniqu…… Sumber : Tabloid Sinar Tani Dokumen pribadiOleh :EVI NOVIYANTI, SP THL-TBPP UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.