Loading...

TANAM TANAMAN PADI SECARA SERENTAK

TANAM TANAMAN PADI SECARA SERENTAK
Tanam serentak bisa menekan terjadinya serangan hama dan produksi pangan akan meningkat. Dengan tanam serentak bertujuan agar masa panen padi bersamaan sehinga harga gabah bisa di atur juga di dalam pengairan kebutuhannya sama sehingga bibit pun mudah di dapat bila ada yang kekurangan.Dua istilah banyak diperdebatkan ada yang ingin istilah serentak dan ada juga yang ingin istilah serempak. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan kebudayaan menunjukkan bahwa serempak (synchronously) adalah kata benda di beri arti bersama-sama atau serentak, berhubungan dengan saat yang sama dan tiba-tiba. Serempak dikaitkan dengan serangan serempak, datang serempak, maju serempak.Serentak (simultaneously) adalah kata benda yang berarti bersama-sama tentang gerakan atau waktu dan serentak diartikan juga serempak, seketika itu juga dilaksanakan secara spontan, misal mereka serentak meninggalkan pekerjaannya atau hadirin serentak menjawab tanda setuju. Di lain pihak serentak (congregation) adalah kata benda yang diberi arti bersama-sama, misal sholat serentak. Dua kata serempak dan serentak adalah reversible dapat diartikan bolak-balik sama kata serentak lebih condong kepada gerakannya dalam ruang dan waktu, sedangkan istilah serempak mirip dengan istilah serentak. Namun demikian serentak mempunyai nilai yang lebih dari dua istilah terdahulu, yaitu tersirat ikatan jamaah antar stake holder yang didalamnya mengandung keserempakan dan gerakan serentak. Oleh karena itu istilah serentak untuk tanam bersama-sama. Tanam padi serentak sudah dilaksanakan sejak Prima Tani tahun 2007 dan tanam padi serentak terstruktur sebagai terobosan baru pengendalian hama dan penyakit yang dimulai setelah (KLB) serangan WBC tahun 2009 di Jalur Pantura. Tanam padi serentak didasarkan kepada berpikir normatif, masa depan bangsa dan pemecahan masalah produksi padi menghadapi ledakan jumlah penduduk. Kenapa hama meledak, jawabnya adalah adanya waktu tanam padi yang tidak beratur/bersamaan karena petani saling mendahului yang menyebabkan hama selalu ada sehingga terjadi akumulasi populasi hama pada tanam padi yang tidak serentak. Secara teori mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi serentak karena semua teknologi sudah tersedia, tapi kenyataannya sangat sulit mengendalikannya apalagi WBC yang terus mengancam target peningkatan produksi padi. Apa ada yang salah, tentu dan pasti ada yang salah, yaitu ketidak disiplinan para petani dan kurangnya perhatian petugas lapangan terhadap kondisi di lapangan, tidak dapat menertibkan para petani yang saling berlomba dan mendahului bertanam padi bagaikan lari maraton yaitu siapa cepat dapat hadiahnya. Petani dan petugas perlu memahami bahwa lari maraton yang untung hanya perorangan. Kita harus ingat berada dalam satu negara yang mengapresiasi orang banyak, dari kelompok tani, gabungan kelompok tani sampai masyarakat petani. Banyak yang dilupakan bahwa tanam padi serentak sebagai bagian dari karakter bangsa yang berhati nurani dan berazas kerja gotong royong.Dalam Good Agriculture Practice (GAP) semua produk pertanian harus dapat ditelusuri sampai ke lahan petani dimana produk itu dihasilkan. Catatan harian usahatani (farm record keeping) ditempatkan pada pasal paling awal yaitu petani harus menyimpan dan menjaga catatan yang ada untuk membuktikan bahwa semua aktifitas produk telah sesuai dengan standar, hal ini untuk membantu menelusuri riwayat produk dari lahan produsen ke konsumen. Catatan ini memuat lokasi lahan, jenis tanah, varietas yang di tanam, cara pemuliaannya (konvensional, hibrida, PTB, hasil tenaga atom, atau hasil rekayasa genetik-transgenik). Demikian juga perlu catatan pupuk yang dipakai, kapan, dan takarannya, serta bahan kimia yang dipakai, waktu aplikasi untuk hama atau penyakit apa saja, hingga waktu panen dan pengemasan sampai transportasi. Catatan itu menjadi sangat penting untuk penelusuran bila produk itu dibutuhkan konsumen karena kualitasnya atau sebaliknya produk tersebut mengganggu kesehatan konsumen, sehingga konsumen dapat mengklaim produsennya.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumber Bacaan :1. Anonim. 2015. Tanam Padi Serentak. bbpadi.litbang.Sukamandi, Jawa Barat.2. Sumber gambar berasal dari koleksi pribadi.