Tanaman buah-buahan dapat tumbuh subur dan produksinya tinggi jika diberi pupuk secara berkelanjutan untuk menambah dan mengganti unsur hara yang hilang karena dipanen. Pada umumnya tanaman diberi pupuk yang mengandung unsur hara N, P dan K. Namun ternyata tanaman buah-buahan juga memerlukan unsur hara Ca dan Mg dalam jumlah yang banyak. Selain itu, juga membutuhkan unsur hara mikro, yaitu Fe, Cu, B, Mn, S, dan Zn. Unsur hara mikro tersebut dibutuhkan tanaman hanya dalam jumlah sedikit tetapi harus ada. Unsur-unsur tersebut perlu ditambahkan apabila tanaman sudah menunjukkan gejala/tanda-tanda kekurangan salah satu atau lebih unsur hara tersebut. Gejala kekurangan unsur hara tersebut dan cara mengatasinya untuk tanaman buah-buahan sebagai berikut: 1. Gejala tanaman kekurangan unsur Ca adalah pada sisi tulang daun menguning, timbul bercak-bercak karat daun yang berwarna coklat tua. Kekurangan unsur hara Ca dapat diatasi dengan diberi pupuk akar anorganik Dekaform.2. Gejala tanaman kekurangan unsur hara Mg adalah daun menguning mulai dari tepi menuju kearah tulang daun. Bagian yang menguning berubah menjadi coklat, tetapi tulang daun tetap hijau. Gejala menguning mulai tampak di bawah permukaan daum dan menjalar ke atas. Kekurangan unsur hara Mg dapat diatasi dengan diberi pupuk akar anorganik Magamp Plus K dan dapat juga diberi pupuk daun antara lain: Gandasil B, Gandasil D, Bayfolan, dan Mikrofled Mg 6. 3. Gejala tanaman kekurangan unsur hara Mg adalah mula-mula daun muda tampak memutih, tulang daun dan daun tua tetap hijau. Selanjutnya semua tanaman memutih, pertumbuhan lambat dan akhirnya terhenti. Kekurangan unsur hara Fe dapat diatasi dengan diberi pupuk akar anorganik Dekaform dan dapat juga diberi pupuk daun Bayfolan, Metalik atau Mikrofled Fe 132. 4. Gejala tanaman kekurangan unsur hara Cu adalah mula-mula daun kasar dan berwarna hijau tua, kemudian ranting-ranting melengkung membentuk huruf "S", pada kulit dan kayunya terdapat kantung-kantung berisi getah. Kekurangan unsur hara Cu dapat diatasi dengan diberi pupuk daun Gandasil D, Bayfolan, Metalik atau Mikrofled Cu 10. 5. Gejala tanaman kekurangan unsur hara B adalah tanaman tumbuh tidak normal dan akhirnya seluruh pucuk mati, kulit batang retak-retak, bunga dan buah tidak normal serta warna tidak merata. Kekurangan unsur hara B dapat diatasi dengan diberi pupuk daun Gandasil D, Bayfolan, dan Metalik.6. Gejala tanaman kekurangan unsur hara Mn adalah daun menguning dimulai dari daun bagian bawah. Bagian antar tulang daun agak memutih, sedangkan tulang tulang daun tetap hijau. Kekurangan unsur hara Mn dapat diatasi dengan diberi pupuk daun Gandasil B, Gandasil D, Metalik, dan Mekrofled Mn 10.7. Gejala tanaman kekurangan unsur hara S adalah bagian pucuk menguning dan kerdil. Buah besar tetapi bentuknya tidak normal, kulit tebal dan dagingnya tidak berair. Bunga sangat banyak tetapi gagal membentuk buah. Kekurangan unsur hara S dapat diatasi dengan diberi pupuk akar Dekaform dan pupuk daun Metalik.8. Gejala tanaman kekurangan unsur hara Zn adalah bagian pucuk daun berwarna putih kekuningan, daun tebal dan buku-buku pendek. Kekurangan unsur hara Zn dapat diatasi dengan diberi pupuk daun Gandasil B, Gandasil D, Bayfolan, Metalik, dan Mikrofled Zn 10. Pemberian pupuk pada tanaman buah-buahan dapat melalui akar maupun daun, sehingga ada istilah pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar adalah pupuk yang diberikan pada tanaman dengan cara dibenamkan dalam tanah, sehingga dapat diserap oleh tanaman melalui akar. Pupuk dibenamkan dalam tanah melingkar di bawah daun terluar. Sedangkan pupuk daun adalah pupuk buatan yang diberikan pada tanaman melalui daun dengan cara disemprotkan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penyuluh pertanian dan siapapun yang membaca (Penulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Selamat mencoba ! Sumber Informasi:1. Mul Mulyani Sutedjo. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta, Rineka Cipta.174 halaman. 2. Marsono dan Paulus Sigit. 2008. Pupuk Akar, Jenis dan Aplikasinya. Jakarta, Penebar Swadaya, Cetakan ke V.3. Sri Najiati dan Danarti. 1999. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. Bogor, PT Penebar Swadaya.