Gembili (Dioscerea escuelata) dalam bahasa local setempat diberi nama Ejo adalah merupakan tanaman pangan spesifik local yang cukup toleran terhadap kekeringan dan dapat dijadikan sebagai komoditi pangan untuk dibudidayakan oleh petani setempat sebagai penyangga pangan utama selain ubi kayu. Ditanam pada awal musim penghujan (Nopember), mudah dalam proses budidaya dan perawatan serta dipanen pada saat paceklik pangan mejadikan komoditi ini ibarat mutiara bagi masayarakat lokal setempat. Rasa umbi yang khas, lekat dan sedikit manis menjadikan gembili disukai oleh konsumen. Selain sebagai bahan pangan sumber karbohidrat, masyarakat setempat memanfaatkan potensi ini sebagai sumber pendapatan ekonomi keluarga dengan tingkat permintaan dan harga yang cukup baik serta produksi yang dihasilkan belum mamapu memenuhi permintaan pasar. Terbatasnya sumber benih dan umur panen yang panjang mencapai 8 bulan menjadikan komoditi ini belum secara luas diusahakan oleh petani. Dengan melihat keunggulan tanaman tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian Aimere terus memotivasi dan membangun minat petani mengembangkan komoditi ini melalui demplot pada kebun contoh BPP. Produksi ubi gembili pada kebun contoh BPP yang dibudidayakan secara organic dengan pembenaman bahan organic pada lubang tanam berukuran 40 cm x 40 cm mampu menghasilkan 15 s/d 23 kg umbi/tongkat. Sedangkan pada tingkat petani baru mencapai 6 s/d 10 kg umbi/tongkat. Bergsernya pola konsumsi masyarakat yang lebih cendrung memilih pangan fungsional yang bersumber dari pangan lokal untuk kesehatan menjadikan potensi tanaman ini memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, disamping itu produk turunan atau olahan lain dari gembili memiliki karakteristik pendukung yang sangat baik untuk dijadikan aneka olahan produk – produk seperti keripik, kue, roti dan kembang goyang. Oleh : Primus DM Lena PPL BPP Aimere.