Loading...

Tanaman Jagung Merupakan Tanaman Idola Bagi Petani

Tanaman Jagung Merupakan Tanaman Idola  Bagi Petani
Jagung merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia, jagung sudah merupakan tanaman utama selain padi. Permintaan jagung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan industri baik itu di Indonesia maupun di mancanegara. Namun, produksi jagung tak sejalan dengan tingginya permintaan. Salah satu penyebab dari tidak terpenuhinya kebutuhan jagung adalah produktivitas yang rendah. Akibat dari produksi yang tidak mencukupi itulah, maka pemerintah pada awal pebruari 2018 ini melalui Kementerin Perdagangan telah memberikan izin kepada 5 perusahaan melakukan impor komoditi jagung untuk bahan baku industri sebanyak 171.660 Ton (detikfinance, 5-2-2018). Sebagai salah satu orang yang terjun langsung di kegiatan pertanian, adanya import jagung ini merupakan cambuk bagi kita agar mampu meningkatkan produktivitas jagung sehingga produksi skala nasional bisa meningkat dan pada akhirnya mampu untuk memenuhi permintaan komoditi jagung. Salah satu metode yang dapat kita gunakan untuk mengoptimalkan produktivitas jagung adalah melalui peningkatan populasi tanaman dan memanfaatkan efek tanaman pinggir, dimana penanaman dilakukan dengan merapatkan jarak tanaman dalam baris. Metode ini biasa dikenal dengan sebutan jajar legowo 2:1. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan pengujian penanaman jajar manten ini pada tanaman jagung. Berbeda dengan padi, penerapan metode jajar legowo pada jagung diarahkan pada peningkatan jumlah pertanaman jagung (populasi optimal) serta memudahkan perawatan tanaman jagung. Pemanfaatan sistem jajar legowo ini juga dikaitkan dengan upaya peningkatan produksi melalui peningkatan jumlah tanaman (indeks pertanaman) jagung, dengan peningkatan IP maka hasil panen dapat meningkat dan pengelolaan lahan menjadi maksimal. Anjuran populasi tanaman jagung dari Balitbangtan adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/Ha, agar dapat mencapai populasi tersebut jarak tanam biasa yang banyak diterapkan adalah 75 cm x 20 cm untuk 1 tanaman/lubang atau 70 x 40 untuk 2 tanaman per lubang, jika penanaman dilakukan dengan metode jajar legowo maka jarak tanam yang diterapkan adalah sebagai berikut: (20 x 50) x 100 cm 1 tanaman/lubang atau (40 x 50) x 100 cm 2 tanaman/lubang untuk mendapatkan populasi 66.000 tanaman/Ha (20 x 40) x 100 cm 1 tanaman/lupang atau (40 x 40) x 100 cm 2 tanaman/ ubang untuk mendapatkan populasi 71.000 tanaman/Ha. Tahap awal penerapan teknologi jajar legowo ini adalah memilih varietas unggul jagung dengan mempertimbangkan aspek tanah dan iklim (lingkungan), minat petani, potensi hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit serta potensi produksi untuk pakan ternak. Tekhnik Budidaya Jagung Benih yang akan ditanam hendaknya dari benih yang unggul dan cocok dengan kondisi setempat Jumlah benih yang dibutuhkan 20 – 25 kg/Ha Pemberian pupuk kandang pada lahan sebelum tanam Lahan yang akan ditanami jagung hendanya diolah terlebi dahulu agar pertumbuhannya seragam. Waktu tanam yang baik disesuaikan dengan lokasi penanaman, apabila ditanam pada musim penghujan maka saluran drainase dibuat agar mempermudah pembuangan air berlebih di musim hujan. Masukkan 1 benih per 1 lubang tanam Jarak tanam yang digunakan adalah jarak tanam 20 cm x 50 cm x 100 cm Pemupukan dilakukan agar tanaman tumbuh subur dan optimaln. Pemupukan dapat dilakukan 2 kali yaitu saat tanaman berumur 10 hst dan 35 hst dengan dosis disesuikan kondisi tanaman. Pengairan, tanaman jagung termasuk komoditas yang tidak memerlukan air, paling tidak tanaman jagung selama proses budidayanya hanya memerlukan 5 kali pengairan yaitu 1) fase pertumbuhan awal 15 hst, 2) tahap vegetatif 35 hst, 3) fase generatif/bunga 55 hst, 4) fase pengisian benih 70 hst dan 5) tahap pematangan 85 hst. Panen Kelobot sudah kering Umur tanaman sdh 100 – 110 hst Terbentuk lapisan hitam pada dasar biji Sebagian daun sudah kering. Demikian teknik budidaya jagung dengan metode jajar manten (jajar legowo) ini kami susun semoga mampu meningkatkan produktivitas usahatani dan mampu meningkatkan produksi jagung nasional sehingga berdampak baik bagi petani jagung Indonesia. Oleh : Arafah (PPL Desa Ndano Kec. Madapangga)