Tanaman jagung sudah biasa ditanam dan dibudidayakan oleh petani baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, khususnya di Bangkalan, Madura. Berdasarkan sejarahnya, tanaman jagung termasuk makanan pokok bagi masyarakat Madura. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, jagung yang dulunya berfungsi sebagai makanan pokok kini mulai bergeser menjadi pakan ternak. Walaupun zaman telah bergeser, tanaman jagung tetap harus menjadi perhatian bagi para petani. Hal ini didukung pula oleh kebijakan pemerintah yang mencanangkan program Pajale (Padi, Jagung, Kedelai). Pajale merupakan suatu program yang digagas pemerintah untuk meningkatkan produksi padi, jagung, dan kedelai di Indonesia. Pada artikel ini, akan dibahas mengenai tanaman jagung siraman. Sebagaimana biasanya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman jagung, diantaranya: Persiapan Lahan Lahan dibajak dengan kedalaman 20-30 cm Digaru sebanyak 2x Pembuatan saluran drainase Penanaman Menyiapkan kebutuhan benih, untuk jagung hibrida dibutuhkan sekitar 20-25 kg/Ha, dan jagung lokal (komposit) sekitar 25-30 kg/Ha. Cara Tanam: Ditugal sedalam 2-3 cm kemudian ditutup Jarak tanam 70 cm x 20 cm Tanam 1-2 biji / lubang Pemupukan Pupuk Dasar ( 0 Hst) NPK : 200 Kg / Ha, dosis per lubang (3-5 gram) ZA : 100 Kg / Ha, dosis per lubang tanam 1,5-2,5 gram Susulan I (21-25 Hst) ZA : 250 Kg / Ha, dosis per lubang (4-6 gram) Susulan II (Bersama Pembubunan) Urea : 250 Kg / Ha, dosis per lubang (4-6 gram) Perawatan Penyiangan / bersih-bersih (±14 Hst), dilakukan dengan membersihkan rumput-rumput yang mengganggu tanaman jagung Pembubunan I (±25Hst), dilakukan bersama pemupukan ke 2 Pembubuna II (±45Hst), dilakukan bersama pemupukan ke 3 Pengendalian hama / penyakit pada tanaman jagung Pengairan dilakukan setiap selesai pemupukan dengan cara disiram karenanya di lahan disiapkan sumur untuk mengairi. Setiap seminggu sekali juga dilakukan penyiraman lagi, tentunya dengan melihat kondisi tanaman di lapangan dan dilakukan pada musim-musim kemarau sekitar bulan Juni – Agustus. Jika panen diperkirakan 7-10 hari lagi, penyiraman tidak perlu dilakukan lagi. Panen Dilakukan pada umur 100-110 Hst (Tanaman Hibrida) Biji ditekan terasa keras dan tidak ada bekas Klobot sudah kering berwarna coklat atau populasi klobot kering 95% Hj. AtiekKoesharmawatie, SP