Loading...

Tanaman Kacang Tanah, Morfologi, Jenis, Syarat Tumbuh Serta Hama Dan Penyakitnya

Tanaman Kacang Tanah, Morfologi, Jenis, Syarat Tumbuh Serta Hama Dan Penyakitnya
Kacang tanah merupakan tumbuhan kacang- kacangan ataupun yang dibudidayakan, dan jadi kacang- kacangan kedua terutama sehabis kedelai di Indonesia. Tumbuhan ini berkembang secara perdu setinggi 30 sampai 50 cm( 1 sampai 1½ kaki) dengan daun- daun kecil tersusun majemuk. Tumbuhan kacang tanah( Arachis hypogaea, L.) ialah tumbuhan yang berasal dari daratan Amerika, spesialnya dari wilayah Brazilia( Amerika Selatan). Awal mulanya kacang tanah dibawa serta disebarkan ke daratan Eropa, setelah itu menyebar ke daratan Asia hingga ke Indonesia Morfologi Kacang Tanah Akar Kacang tanah berakar tunggang yang berkembang lurus ke dalam tanah sampai kedalaman 40 centimeter. Pangkal kacang tanah mempunyai sistem pangkal tunggang serta pangkal cabang yang menyamai pangkal serabut. Akar- akar cabang ini terdapat yang bertabiat sedangkan serta permanen. Pangkal kacang tanah berperan buat meresap faktor hara serta air dan memperkokoh berdirinya tumbuhan. Batang Batang tumbuhan kacang hijau berupa bundar tidak berkayu, berbuku- buku serta jenis pertumbuhannya tegak. Batang yang tegak mempunyai panjang batang dekat 60- 70 centimeter. Batang bercorak hijau hingga keungu- unguan, memberi tahu kalau batang tumbuhan kacang tanah tidak berkayu serta berbulu halus, terdapat yang berkembang Menjalar serta terdapat yang tegak. Besar batang rata- rata dekat 50 centimeter, tetapi terdapat yang menggapai 80 centimeter. Daun Daun kacang tanah bercorak hijau muda hingga hijau tua, berdaun majemuk bersirip genap, terdiri atas anak daun dengan tangkai yang Panjang, helaian anak daun ini bertugas memperoleh sinar matahari sebanyak- banyaknya. Bunga Bunga kacang tanah bercorak kuning serta mekar di malam hari, melaksanakan proses penyerbukan pada pagi hari, serta hendak layu disore hari. Bunga menunjukkan terdapatnya polong tetapi yang sukses jadi polong cuma 15- 20%. Bunga kacang tanah tersusun dalam wujud bulir yang timbul di ketiak daun. serta tercantum bunga sempurna ialah perlengkapan kelamin jantan serta betina ada dalam satu bunga. Mahkota bunga kacang tanah bercorak kuning terdiri dari 5 helai yang bentukn ya berlainan satu dengan yang lain. Polong Buah kacang tanah berupa polong. Polong hendak tercipta sehabis bunga berakhir melaksanakan proses pembuahan. Sehabis pembuahan, hingga hendak membentuk bakal buah yang diucap ginofora. Biji Biji kacang tanah ada di dalam polong. Contoh biji kacang tanah bisa dilihat pada. Kulit luar bertekstur keras, berperan buat melindungi biji yang terletak di dalamnya. Jenis Kacang Tanah Kacang tanah budidaya di Indonesia dipecah jadi 2 tipe Jenis tegak Tipe Kacang ini berkembang lurus ataupun sedikit miring keatas, buahnya ada pada ruas- ruas dekat rumpun, biasanya pendek genjah serta kemasakan buahnya serempak. Jenis menjalar Tipe ini berkembang kearah samping, batang utama berdimensi panjang, buah ada pada ruas- ruas yang bersebelahan dengan tanah serta umnya berusia panjang. Jenis menjalar lebih disukai sebab mempunyai kemampuan hasil lebih besar. Varietas Kacang Tanah Varietas unggul kacang tanah diisyarati dengan ciri bagaikan berikut : Energi hasil besar. Usia pendek( genjah) antara 85- 90 hari. Hasilnya normal. Tahan terhadap penyakit utama( karat serta bintik daun). Toleran terhadap kekeringan ataupun tanah becek. Varietas kacang tanah di Indonesia yang populer, yaitu Kacang Brul, berusia pendek( 3- 4 bulan). Kacang Tiongkok, berusia panjang( 6- 8 bulan). Kacang Holle, ialah jenis kombinasi hasil persilangan antara varietas- varietas yang terdapat. Kacang Holle tidak dapat disamakan dengan kacang lain sebab memanglah berbeda varietas. Syarat Tumbuh Ketinggian 0– 500 mdpl( dataran rendah), tetapi masih bisa berkembang dengan baik hingga pada ketinggian 1. 500 mdpl. Curah hujan 800– 1300 milimeter/ tahun Terdapat sebagian varietas unggul kacang tanah yang toleran terhadap cekaman air, baik itu pada tanah yang becek ataupun kekeringan. Temperatur area 27- 30°C Kelembaban hawa 65- 70% pH( kemasaman) tanah 6- 6. 5 Tanah gembur, bertekstur ringan, drainase baik serta subur Sinar matahari penuh, dibutuhkan buat pembuatan lemak, menaikkan mutu serta kuantitas polong. Tetapi terdapat sebagian varietas unggul kacang tanah yang toleran terhadap naungan. Hama serta penyakit Sebagian hama serta penyakit yang bisa melanda kacang tanah adalah: Penyakit layu Penyakit layu diakibatkan oleh kuman Xanthomonas Solanacearum. Pada siang hari waktu cahaya matahari terik tumbuhan sekonyong- konyong terkulai semacam disimm air panas, tumbuhan langsung mati. Metode pengendalian dengan pergiliran tumbuhan, penyemprotan Streptomycin ataupun Agrimycin, 1 ha memerlukan 0, 5- 1 liter. Agrimycin dalam kelarutan 200- 400 liter/ ha. Penyakit bintik daun Penyakit Bintik daun diakibatkan oleh fungus Cercospora personata. Bintik yang ditimbulkan pada daun sebelah atas coklat sebaliknya sebelah dasar daun gelap. Ditengah bintik daun kadang- kadang ada bercak gelap dari konidiospora. Cendawan ini mencuat pada tumbuhan usia 40- 50 hari sampai 70 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan dengan Antmkol ataupun Dakonil, penyemprotan dicoba pada tumbuhan berakhir berbunga, dengan interval penyemprotan 1 minggu ataupun 10 hari sekali. Penyakit Sclerotium Penyakit ini diakibatkan oleh Sclerotium rolfsii, mengganggu tumbuhan pada waktu cuaca lembap. Cendawan melanda pada pangkal batang, bagian dari tumbuhan yang lunak, memunculkan bintik- bintik gelap. Tumbuhan yang terkena hendak layu serta mati. Pengendalian: dengan membetulkan pengairan, supaya air pengairan bisa mengalir. Penyakit karat Penyakit ini diakibatkan oleh Uromyces arachidae, melanda tumbuhan yang masih muda menimbulkan daun berbintik- bintik coklat daun jadi mengering. Pengendaliannya dengan menanam varietas yang tahan. Hama Uret. Hama yang memakan pangkal, batang bagian dasar serta polong kesimpulannya tumbuhan layu serta mati. Metode pengendaliannya dengan menanam serempak, penyiangan intensif, tumbuhan terkena dicabut serta uret dimusnahkan. Hama Ulat berwarna Hama yang mengganggu daun jadi terlipat menguning, kesimpulannya mengering. Metode pengendalian dengan penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C, Sevin 85 S ataupun Sevin 5 D. Hama Ulat grapyak Hama yang memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok. Metode pengendaliannya( 1) bilas gulma, menanam serentak, pergiliran tumbuhan;( 2) penyemprotan insektisida lannate L, Azodrin 15 W5C. Hama Ulat jengkal Hama yang melanda daun kacang tanah. Metode pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C, Lannate L Sevin 85 S. Hama Sikada Hama yang menghirup cairan daun. Metode pengendaliannya( 1) penanaman serempak, pergiliran tumbuhan;( 2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP, Lebaycid 500 EC, Sevin 5D, Sevin 85 S, Supraciden 40 EC. Hama Kumbang daun Hama yang memakan daun nampak berlubang, daun tinggal tulang, pula makan pucuk bunga. Metode pengendaliannya( 1) penanaman serentak;( 2) penyemprotan Agnotion 50 EC, Azodrin 15 W5C, Diazeno 60 EC. Ricky Feryadi Penyuluh Pertanian Pusat