Indonesia kaya akan sumber bahan obat alam dan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar masyarakat secara turun menurun. Komoditi ini bersumber dari sektor pertanian melalui sub sektor perkebunan cukup besar sehingga dapat menjadi sumber devisa terbesar bagi Indonesia dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Tanaman obat merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu yang sangat potensial untuk dikembangkan. Menurut Zuhud et al. (2000) dalam Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (2007), di kawasan hutan Indonesia terdapat lebih dari 1200 jenis tanaman obat, tapi baru sekitar 180 jenis tanaman yang telah dieksploitasi dan dikembangkan serta dimanfaatkan untuk bahan baku industri obat -obatan dan jamu. Potensi yang begitu besar karena keragaman jenis dan khasiat dari tanaman obat yang ada di kawasan hutan Indonesia membuka peluang dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan pengembangan teknologi, Penggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya isu back to nature serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Obat tradisional dan tanaman obat banyak digunakan masyarakat menengah kebawah terutama dalam upaya pencegahan penyakit (preventif), peningkatan kesehatan (promotif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif).Salah satu tanaman obat yang dibutuhkan oleh masyarakat namun mempunyai suplai yang masih relatif kecil adalah kapulaga (Ammomum cardamomum) (Pusat Studi Biofarmaka 2009). Tanaman kapulaga merupakan salah satu diantara tanaman rempah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berprospek cerah. Salah satu tanaman obat yang dibutuhkan oleh masyarakat namun mempunyai suplai yang masih relatif kecil adalah kapulaga ( Ammomum cardamomum). Tanaman kapulaga merupakan salah satu diantara tanaman rempah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berprospek cerah. Potensi pengembangan kapulaga di Indonesia cukup tinggi, namun peningkatan produksinya selama ini belum mencukupi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Tanaman kakao atau theobroma kakao merupakan tanaman jenis pohon yang sangat terkenal akan olahannya dari biji buahnya. Coklat adalah hasil dari biji buah kakao, tanaman ini berasal dari dataran Amerika salah satunya dari Amerika Selatan, pohon kakao mampu tumbuh mencapai belasan meter di alam bebas namun dalam perkembangan teknologi seperti sekarang ini pohon kakao dalam budidayanya biasanya mencapai 5 meter sajaDisamping kondisi lingkungan alam sekitar yang menunjang untuk pengembangan Kapulaga di Wilayah Pamulihan dengan luas penanaman menurut data dinas pertanian seluas 300 ha. karena wilayah Kecamatan Pamulihan menjadi salah satu potensi yang sangat berharga bagi upaya pengembangan usaha budidaya kapolaga pada skala usaha yang lebih baikDengan berkembangnya budidaya Kapolaga di Kecamatan Pamulihan di harapkan menjadi barometer. untuk kedepannya menjadi tanaman unggulan bidang Tanaman Biofarmaka, dan akhirnya menjadi tanaman budidaya yang utama selain Kopi dan cengkih. (Beni Subarkah Ramdani. SP)