Blang Bintang, Aceh Besar. Meski kakao merupakan salah satu komoditi unggulan di Sumatera Utara namun dalam pengembangannya banyak menghadapi kendala. Kendala yang sering dihadapi antara lain: Daya saing produk yang rendah Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun permodalan. Produktivitas masih rendah karena rentan terhadap serangan hama penyakit Belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao Masih lambatnya penyebarluasan teknologi maju hasil penelitian kakao karena keterbatasan penyuluh dan pembinaan terhadap petani Infrastruktur pendukung pengembangan agribsinis kakao masih kurang Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, ada beberapa langkah yang dilakukan yaitu: Peningkatan produktivitas kakao melalui perluasan areal pertanaman, rehabilitasi kebun dengan menggunakan bibit unggul dan peremajaan kebun yang sudah tua dan rusak. Peningkatan upaya pengendalian hama penyakit pada tanaman kakao Peningkatan kualitas SDM petani kakao dari sisi budidaya dan inovasi produk Peningkatan infrastruktur pendukung Pengembangan industri pengolahan hasil mulai dari hulu sampai hilir Pengembangan sub sistem penunjang agribisnis kakao yang meliputi bidang usaha pengadaan sarana produksi, kelembagaan petani dan lembaga keuangan. Peluang pengembangan komoditi kakao masih terbuka lebar karena masih tingginya permintaan pasar international dan domestik. Sumatera Utara sebagai salah satu produsen kakao di Indonesia harus memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan daya saing produk melalui peningkatan kualitas dan inovasi produk kakao.